Presiden Mahasiswa PTIQ Jakarta Serukan Sikap Objektif Terkait Isu Sekjen Kemenag
JAKARTA — Presiden Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta, Sahrul HR, mengajak civitas akademika dan masyarakat luas untuk bersikap objektif dan rasional dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang di media sosial terkait Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A.
Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan Selasa (3/2/26), Sahrul menilai sebagian narasi yang beredar di ruang digital cenderung tidak utuh, bersifat tendensius, dan berpotensi mengarah pada pembentukan opini negatif yang tidak berbasis data.
“Mahasiswa sebagai bagian dari komunitas akademik tidak boleh terjebak dalam arus hoaks, framing sepihak, maupun penggiringan opini. Setiap informasi harus disikapi secara kritis dan bertanggung jawab,” ujar Sahrul.
Ia menegaskan, kritik dalam negara demokratis merupakan hal yang wajar. Namun, kritik harus disampaikan secara proporsional dan berlandaskan etika komunikasi publik.
“Perbedaan pandangan tidak boleh berubah menjadi serangan personal. Tradisi akademik mengajarkan debat yang sehat melalui argumen dan data, bukan asumsi atau sentimen,” katanya.
Dalam pernyataan sikapnya, Presiden Mahasiswa PTIQ Jakarta menekankan tiga hal utama, yakni pentingnya prinsip tabayyun digital, dukungan terhadap integritas pejabat publik yang memiliki rekam jejak akademik dan birokrasi yang jelas, serta penghormatan terhadap etika intelektual dalam ruang publik.
Sahrul juga menyampaikan dukungan moral kepada Prof. Kamaruddin Amin agar tetap fokus menjalankan amanah sebagai Sekjen Kemenag, khususnya dalam mengawal reformasi birokrasi dan penguatan layanan keagamaan yang profesional dan inklusif.
“Integritas dan dedikasi harus dinilai secara objektif. Kami berdiri pada kebenaran yang berbasis data, bukan pada opini provokatif,” pungkasnya.[]

