HMI Lhokseumawe–Aceh Utara dan KOHATI Periode 2026–2027 Dilantik Jumat Malam
LHOKSEUMAWE – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara bersama Korps HMI-Wati (KOHATI) periode 2026–2027 akan melaksanakan pelantikan kepengurusan, Jumat (28/8/26) malam.
Prosesi pelantikan dijadwalkan berlangsung di Aula Pendopo Bupati Aceh Utara mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari estafet kepemimpinan HMI Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara. Mohamad Muhaymin dipercaya sebagai Ketua Umum, didampingi Muhammad Umar sebagai Sekretaris Umum dan Raiamuda sebagai Bendahara Umum.
Sementara untuk KOHATI HMI Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara periode yang sama, kepengurusan dipercayakan kepada Sagita Nova sebagai Ketua, Rossa Humaira sebagai Sekretaris dan Ika Aulia Putri sebagai Bendahara.
Sejumlah jajaran dan tokoh HMI juga dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Muhammad Fadli selaku Sekretaris Badko HMI Aceh.
Kehadiran jajaran Badko HMI Aceh diharapkan dapat memperkuat konsolidasi sekaligus membangun sinergi antara HMI Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara dengan struktur HMI di tingkat provinsi.
Pelantikan kepengurusan kali ini mengusung tema “Menguatkan Essentia HMI Melalui Kepemimpinan Kolaboratif dalam Mewujudkan Insan Cita yang Berdampak Bagi Umat dan Bangsa.”
Tema tersebut menjadi pijakan bagi pengurus baru dalam menjalankan roda organisasi selama satu periode ke depan. Kepemimpinan kolaboratif diharapkan mampu mendorong HMI agar tetap progresif serta responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi umat dan bangsa.
HMI juga diharapkan tidak hanya menjadi ruang kaderisasi dan pengembangan intelektual, tetapi mampu melahirkan gagasan serta gerakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pergantian kepemimpinan di tubuh organisasi bukan sekadar agenda seremonial. Di balik pelantikan terdapat amanah dan tanggung jawab baru yang harus dijalankan oleh setiap pengurus.
Dengan semangat HMI Essentia, kepengurusan periode 2026–2027 diharapkan mampu membawa HMI Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara semakin solid, kritis dan memberikan dampak positif bagi umat maupun bangsa.
Estafet kepemimpinan telah berganti. Amanah telah diterima. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa perjuangan HMI tidak berhenti di atas panggung pelantikan, tetapi justru dimulai setelahnya. []

