Tingkeum Meusyuhu Fair Hadirkan Lomba Al-Qur’an, Tampilkan Hasil Pembelajaran Anak Bersama KPM

Tingkeum Meusyuhu Fair Hadirkan Lomba Al-Qur’an, Tampilkan Hasil Pembelajaran Anak Bersama KPM
Anak-anak Gampong Tingkeum mengikuti lomba Tartil Tajwid dalam kegiatan Tingkeum Meusyuhu Fair bersama mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Minggu (17/8/26). - Foto : Dok. Mahasiswa KPM

ACEH UTARA — Mahasiswa KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar Tingkeum Meusyuhu Fair di Gampong Tingkeum, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (17/8/26).

Kegiatan tersebut diisi dengan sejumlah perlombaan keagamaan yang melibatkan anak-anak Gampong Tingkeum. Salah satu perlombaan yang mendapat antusiasme tinggi yakni Tartil Tajwid dan Tahsin Al-Qur’an.

Perlombaan itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang sekaligus memperlihatkan hasil pembelajaran Al-Qur’an yang telah diberikan mahasiswa KPM selama melaksanakan pengabdian di Gampong Tingkeum.

Sebelumnya, mahasiswa KPM secara rutin memberikan pembelajaran Al-Qur’an kepada anak-anak di balai pengajian. Materi yang diajarkan meliputi tajwid, tahsin, serta kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Pada perlombaan Tartil Tajwid, sekitar 15 anak ikut ambil bagian. Jumlah tersebut di luar perkiraan mahasiswa KPM yang sebelumnya memperkirakan peserta hanya sekitar delapan hingga 10 anak.

Para peserta diuji kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menerapkan hukum-hukum tajwid yang telah mereka pelajari selama mengikuti pengajian bersama mahasiswa KPM.

Hasil perlombaan menunjukkan kemampuan peserta cukup baik. Nilai yang diperoleh berada pada rentang 80 hingga 95.

Ketua Kelompok KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe di Gampong Tingkeum, Galih Novdiantoro, mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu hal yang membanggakan bagi mahasiswa KPM.

“Saya pribadi sangat bangga dan salut kepada anak-anak. Selama KPM, kami berusaha konsisten mengajarkan tajwid kepada mereka. Walaupun metode yang kami gunakan sederhana, lebih banyak melalui talaqqi karena keterbatasan fasilitas belajar, Alhamdulillah hasilnya bisa terlihat,” ujar Galih.

Ia mengatakan, antusiasme anak-anak dalam mengikuti pembelajaran maupun perlombaan menjadi kejutan tersendiri bagi mahasiswa KPM.

“Anak-anak yang awalnya masih kurang mengetahui hukum-hukum tajwid, sekarang sudah mampu menerapkannya. Bahkan saya tidak menyangka peserta Tartil Tajwid bisa mencapai sekitar 15 orang. Antusiasme mereka benar-benar luar biasa,” katanya.

Selama proses pembelajaran, mahasiswa KPM menggunakan metode talaqqi. Mahasiswa memberikan contoh bacaan Al-Qur’an secara langsung, kemudian diikuti oleh anak-anak. Jika terdapat kesalahan dalam bacaan, mahasiswa langsung memberikan koreksi dan membimbing peserta hingga bacaannya lebih tepat.

Metode tersebut dipilih karena fasilitas pembelajaran di balai pengajian masih terbatas. Salah satunya belum tersedianya papan tulis sebagai sarana pendukung dalam menyampaikan materi tajwid.

Meski demikian, keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat mahasiswa maupun anak-anak untuk mengikuti proses pembelajaran. Pembelajaran dilakukan secara konsisten selama mahasiswa KPM berada di Gampong Tingkeum.

Pelaksanaan Tingkeum Meusyuhu Fair juga mendapat respons positif dari masyarakat setempat.

Nurhasni, selaku Kepala Perpustakaan Gampong Tingkeum, menilai kegiatan yang digelar mahasiswa KPM memiliki konsep berbeda dibandingkan kegiatan perlombaan KPM sebelumnya.

“Acara Tingkeum Meusyuhu Fair ini paling berbeda dari acara lomba KPM sebelumnya. Benar-benar seperti MTQ,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Salmiah, salah seorang kader PKK Gampong Tingkeum. Ia menilai kehadiran mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat.

“KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe kali ini benar-benar memberikan kesan yang istimewa di kampung,” ungkapnya.

Tingkeum Meusyuhu Fair menjadi salah satu rangkaian kegiatan mahasiswa KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe selama melaksanakan pengabdian di Gampong Tingkeum.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga menunjukkan hasil pembelajaran yang telah mereka ikuti selama bersama mahasiswa KPM.

Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan kepada peserta yang memperoleh hasil terbaik. Bagi mahasiswa KPM, antusiasme dan perkembangan kemampuan anak-anak menjadi salah satu capaian penting selama menjalankan program pengabdian di Gampong Tingkeum.[]