Zulfikar Dilantik Jadi Dirut PT Bina Usaha, Muhammad Khalis Jadi Komisaris

Zulfikar Dilantik Jadi Dirut PT Bina Usaha, Muhammad Khalis Jadi Komisaris

ACEH UTARA – Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil SE MM atau Ayah Wa melantik Zulfikar ST sebagai Direktur Utama PT Bina Usaha (Perseroda) periode 2026–2031 dan Muhammad Khalis SIP sebagai Anggota Komisaris periode 2026–2030, Rabu (2/9/26).

Pelantikan jajaran baru perusahaan daerah tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintahan, instansi terkait, perwakilan masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara meminta Zulfikar dan Muhammad Khalis segera menjalankan tugas dengan maksimal, terutama dalam mengoptimalkan pengelolaan aset daerah yang selama ini dinilai belum memberikan manfaat secara maksimal.

Sekretaris Daerah Aceh Utara Dayan Albar S.Sos MAP mengatakan PT Bina Usaha memiliki posisi strategis karena mendapat mandat mengelola sejumlah aset milik daerah.

Menurutnya, perusahaan daerah tersebut tidak cukup hanya menjalankan rutinitas, tetapi harus mampu menjadikan aset daerah sebagai sumber produktivitas dan pendapatan bagi daerah.

“PT Bina Usaha ini merupakan salah satu perusahaan yang potensial karena mengelola aset-aset daerah. Aset yang sudah ada dan selama ini belum berfungsi secara maksimal harus kita gerakkan agar menjadi produktif dan memberikan manfaat bagi daerah,” ujar Dayan.

Ia mengatakan Pemkab Aceh Utara akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk PT Bina Usaha.

Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan untuk memastikan perusahaan daerah bekerja sesuai target dan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan serta perekonomian Aceh Utara.

“Bapak Bupati menyampaikan bahwa kinerja BUMD akan terus dievaluasi. Nantinya setiap tiga bulan akan dilakukan evaluasi terhadap perusahaan daerah dan hasilnya dilaporkan kepada Bupati,” katanya.

Selain mengoptimalkan aset yang telah ada, jajaran baru PT Bina Usaha juga didorong membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk investor.

Dayan menyebut Aceh Utara memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha dan investasi, di antaranya sektor perhotelan, perminyakan serta berbagai bidang usaha lainnya.

“Potensinya sangat besar. Banyak investor yang ingin berinvestasi di Aceh Utara, sehingga PT Bina Usaha harus mampu mengambil peran dan membangun kerja sama yang baik,” ujarnya.

Menurut Dayan, kemampuan membangun jejaring bisnis menjadi salah satu kunci agar perusahaan daerah dapat berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

PT Bina Usaha diharapkan tidak hanya mengandalkan aset yang sudah ada, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru yang menguntungkan dengan tetap mengedepankan kepentingan daerah.

Pemkab Aceh Utara berharap PT Bina Usaha dapat menjadi contoh bagi BUMD lainnya dalam mengelola aset daerah secara profesional dan produktif.

“Kami berharap Direktur Utama dan Komisaris benar-benar bekerja maksimal, memberikan yang terbaik bagi daerah, serta mampu mendorong pertumbuhan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” tutur Dayan.[]