Pemko Lhokseumawe Terima Bantuan Pascabencana Lebih dari Rp9 Miliar
Lhokseumawe — Pemerintah Kota Lhokseumawe menerima bantuan dana pemulihan pascabencana banjir dan longsor dengan total nilai lebih dari Rp9 miliar. Bantuan tersebut bersumber dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Aceh, serta sejumlah pemerintah daerah di Indonesia.
Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, didampingi Wakil Wali Kota Husaini, Asisten I M. Maxalmina, dan Asisten III Setdako Lhokseumawe Sayed Alam Zulfikar, menyampaikan hal itu dalam kegiatan coffee morning bersama insan pers di Aula Setdako Lhokseumawe, Jumat (9/1/26).
Sayuti menjelaskan, bantuan terbesar berasal dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebesar Rp4 miliar. Selain itu, Pemerintah Provinsi Aceh mengalokasikan bantuan senilai Rp500 juta, sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyalurkan bantuan sebesar Rp3 miliar.
“Untuk bantuan dari Gubernur DKI Jakarta sebesar Rp3 miliar ini, kemungkinan Lhokseumawe menjadi satu-satunya daerah penerima,” ujar Sayuti.
Selain itu, Pemko Lhokseumawe juga menerima bantuan dari beberapa pemerintah daerah lainnya, di antaranya Wali Kota Surabaya sebesar Rp1,5 miliar, Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebesar Rp350 juta, serta Pemerintah Kabupaten Lahat sebesar Rp300 juta.
Menurut Sayuti, seluruh dana bantuan tersebut akan difokuskan pada upaya pemulihan infrastruktur, terutama normalisasi sungai dan drainase yang mengalami pendangkalan dan penyumbatan, serta kebutuhan mendesak lain yang berkaitan langsung dengan dampak bencana.
“Prioritas penggunaan anggaran ini adalah penanganan banjir, normalisasi alur sungai, perbaikan drainase, dan kebutuhan penting lainnya agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Terkait banjir yang kerap melanda Kecamatan Banda Sakti, Sayuti mengungkapkan bahwa tiga unit pompa air yang berfungsi mengalirkan air ke waduk mengalami kerusakan berat. Kerusakan tersebut disebabkan oleh pemakaian berlebih saat memompa air dalam volume besar.
“Pada banjir November 2025, genangan di Banda Sakti cepat surut setelah hujan berhenti karena dipompa ke waduk. Namun, mesin pompa bekerja ekstra hingga akhirnya rusak dan meledak,” jelasnya.
Pemko Lhokseumawe, kata Sayuti, berkomitmen segera melakukan perbaikan serta penguatan sistem pengendalian banjir sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana dan perlindungan masyarakat ke depan. Ia juga menegaskan penggunaan anggaran akan dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan akuntabel.
Pemko Lhokseumawe turut mengapresiasi solidaritas dan kepedulian pemerintah pusat serta daerah lain yang telah membantu proses pemulihan, serta berharap dukungan berkelanjutan guna memperkuat ketahanan wilayah terhadap potensi bencana di masa mendatang.[]

