Juragan Pureh di Pirak Timu, Usaha dari Pelepah Sawit dan Kelapa yang Terus Berkembang
ACEH UTARA — Di tengah aktivitas masyarakat Gampong Meunye Tujoh, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, sebuah usaha rumahan mengolah pelepah sawit dan pelepah pohon kelapa menjadi pureh (purih). Usaha tersebut dikelola Nasrol yang dikenal sebagai pemilik usaha Juragan Pureh.
Nasrol mengatakan, usaha pengolahan pureh itu telah dijalaninya selama lebih dari satu tahun. Ia mengaku, usaha tersebut awalnya dimulai secara perlahan dengan mengumpulkan dan mengolah bahan baku yang tersedia dari masyarakat sekitar.
“Sudah hampir satu tahun lebih saya memulai usaha ini. Awalnya pelan-pelan, sampai sekarang Alhamdulillah terus berjalan,” kata Nasrol.
Bahan baku pureh berasal dari pelepah sawit dan pelepah pohon kelapa. Pelepah tersebut kemudian diproses dan diikat menjadi bahan yang siap dikumpulkan serta dipasarkan.
Menurut Nasrol, harga pureh yang berasal dari pelepah sawit berkisar Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram. Sementara pureh dari pelepah kelapa dihargai sekitar Rp3.500 per kilogram.
Dalam sehari, kata Nasrol, jumlah pureh yang terkumpul bisa mencapai 800 kilogram hingga satu ton. Namun, jumlah tersebut sangat bergantung pada banyaknya bahan yang dibawa masyarakat ke tempat usahanya.
“Kalau dalam sehari bisa 800 kilogram sampai satu ton. Tergantung masyarakat yang membawa barangnya,” ujarnya.
Usaha tersebut juga turut membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Salah seorang pekerja, Akop, mengaku sudah sekitar tujuh bulan bekerja di tempat tersebut.
“Sudah hampir tujuh bulan saya bekerja di sini. Alhamdulillah, dengan adanya usaha dan pekerjaan ini sangat membantu,” kata Akop.
Ia berharap usaha pengolahan pureh tersebut dapat terus berkembang sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi pekerja maupun masyarakat yang memasok bahan baku.
Usaha sederhana yang memanfaatkan pelepah sawit dan kelapa ini menjadi salah satu contoh bagaimana bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat di pedesaan.[]

