Mahasiswa Unimal Kembangkan Sistem Pengawasan Syariat Berbasis Digital di Lhokseumawe

Mahasiswa Unimal Kembangkan Sistem Pengawasan Syariat Berbasis  Digital di Lhokseumawe
Tim SSyar'S - Intel Unimal audiensi ke Dinas Syariat Islam Kota Lhokseumawe terkait rencana pengembangan program pengawasan syariat Islam berbasis digital - Foto : Staf DSI Lswe

LHOKSEUMAWE - Sekelompok mahasiswa Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (Unimal) yang tergabung dalam Tim Kun Fayakun di bawah bimbingan Dr. Eng. M. Fikry, saat ini sedang mengembangkan Sistem pengawasan pelanggaran Syariat Islam berbasis Teknologi Digital. 

Teknologi yang diberi nama, Smart Syari'ah Surveillance Innovation Technology (SSyar'S - Intel) ini nantinya diharapkan dapat mendukung Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mewujudkan Smart City dibidang penegakkan syariat Islam. 

"Dengan teknologi ini petugas Wilayatul Hisbah (WH) dapat memantau pelanggaran syariat dan mendapatkan laporan masyarakat secara real time cukup dari kantor pusat dengan menggunakan komputer berbasis internet" jelas Fikry. 

Kamera CCTV dipasang di titik-titik publik  yang rawan pelanggaran Syariat Islam, seperti taman Kota, pusat perbelanjaan, pantai dan tempat wisata yang terhubung langsung ke Dashboard pusat pemantauan di Kantor WH sebagai pusat pengendali utama. 

Selain memantau langsung, sistem ini juga memungkinkan masyarakat memberikan laporan melalui CCTV dengan gerakan gerakan (Gestur), sistem Artificial Inteligen (AI) akan mendeteksi laporan tersebut, menangkap gambar kode khusus pelaporan lalu masuk list pelaporan di server WH sebelum masuk app telegram. 

Selanjutnya petugas melakukan konfirmasi tingkat pelanggaran, jika dinilai masuk kategori sedang atau berat petugas bisa langsung menuju lokasi, jika pelanggaran ringan petugas bisa langsung memberikan peringatan dalam bentuk pesan suara langsung dari pusat pengawasan. Sistem ini juga secara otomatis menyimpan data-data laporan. 

Fikry menyampaikan, program ini juga lolos ke babak Final Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi dan Komunikasi (Gemnastik) Tahun 2025, sebuah kompetisi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. 

Program ini masuk 20 besar Finalis untuk kategori Kota Cerdas (Smart City) setelah berhasil menyisihkan ratusan Perguruan Tinggi lainnya. 

Implementasi program ini akan dilakukan di kawasan waduk Kota Lhokseumawe sebagai percobaan tahap awal, karena itu Tim Kun Fayakun mengunjungi Dinas Syariat Islam Kota Lhokseumawe hari ini, Jum'at (17/10/25) untuk minta dukungan dan surat izin penelitian di kawasan tersebut. 

Arlin Fajar Saragih, Alam Pahlevi Pranata dan Royyan Ramadhan yang tergabung dalam Tim Fayakun didampingi Dosen pembimbingnya Said Fadlan melakukan presentasi singkat terkait program ini kepada Sekretaris Dinas Syariat Islam Ikhwansyah yang di dampingi Kabid Peribadatan dan Haji Badi Uzzaman. 

"Program ini sangat bagus, dan  sinergi dengan visi misi Pemerintah Kota Lhokseumawe periode dibawah kepemimpinan Bapak Sayuti - Husaini, tentu saja kami sangat mendukung kegiatan ini" ujar Ikhwansyah. []