Pasien Demam Membludak, Dinkes Aceh Utara Maksimalkan Layanan dari Rumah ke Rumah

Pasien Demam Membludak, Dinkes Aceh Utara Maksimalkan Layanan dari Rumah ke Rumah
Sejumlah pasien menjalani perawatan di ruang rawat inap RSU Cut Meutia, Aceh Utara, di tengah meningkatnya jumlah pasien demam. - Foto : Dok. Ist

ACEH UTARA – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara memaksimalkan pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah menyusul meningkatnya jumlah pasien demam yang memenuhi sejumlah puskesmas rawat inap dan rumah sakit dalam dua bulan terakhir.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Aceh Utara, Ferianto, Senin (19/10/26), mengatakan pihaknya telah menginstruksikan dokter di puskesmas rawat inap untuk memilah pasien yang membutuhkan perawatan inap dan yang cukup menjalani rawat jalan.

Selain itu, pasien yang diwajibkan menjalani kontrol ulang diminta mematuhi jadwal pemeriksaan agar proses pemulihan berjalan optimal.

“Kontrol ulang ini sering kali tidak dipatuhi. Jadi, kita maksimalkan kontrol ulang dan rawat jalan sehingga pasien benar-benar pulih,” kata Ferianto.

Dinas Kesehatan juga mengoptimalkan peran kader kesehatan di setiap desa untuk mendeteksi gejala penyakit sejak dini sekaligus membantu penanganan awal melalui kunjungan langsung ke rumah warga.

“Kader kesehatan di tingkat desa dimaksimalkan untuk deteksi dini penyakit dan pengobatannya. Jadi, tidak seluruh pasien harus dirawat inap di puskesmas atau rumah sakit. Teknisnya, dari rumah ke rumah,” ujarnya.

Tempat Tidur Rumah Sakit Terbatas

Lonjakan pasien juga terjadi di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara. Sejumlah puskesmas rawat inap dan rumah sakit tersebut dipadati pasien demam dalam dua pekan terakhir, setelah sebelumnya mengalami kepadatan selama sekitar dua bulan.

Kepala Hubungan Masyarakat RSUCM Aceh Utara, Harry Laksamana, mengatakan pihaknya belum dapat menambah kapasitas tempat tidur pasien dalam waktu dekat karena penambahan tersebut harus mendapat persetujuan BPJS Kesehatan.

“Penambahan jumlah tempat tidur harus disetujui BPJS Kesehatan, baru bisa kita lakukan,” ujar Harry.

Untuk mengurangi kepadatan ruang perawatan, pihak rumah sakit mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan layanan rawat jalan di puskesmas apabila kondisi kesehatannya tidak memerlukan perawatan inap.

Harry mengatakan, tenaga kesehatan di tingkat desa juga berperan penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penanganan penyakit sesuai kondisi pasien.

“Demam, batuk, dan flu bisa ditangani di tingkat puskesmas jika memang sesuai hasil pemeriksaan dokter. Tidak harus rawat inap. Percayakan pada rekomendasi dokter,” katanya.

Ia menjelaskan, keputusan pasien menjalani rawat inap atau rawat jalan tetap berdasarkan pemeriksaan dan rekomendasi dokter. Namun, kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan terkadang membuat masyarakat meminta perawatan inap meskipun belum tentu diperlukan.

Rencanakan Pembangunan Puskesmas Baru

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berencana membangun satu puskesmas baru di Kecamatan Baktiya pada 2027 untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

Saat ini, Aceh Utara memiliki 32 puskesmas. Sebanyak 13 di antaranya merupakan puskesmas rawat inap, sedangkan sisanya melayani pasien rawat jalan.

Melalui penguatan pelayanan puskesmas dan optimalisasi kader kesehatan di tingkat desa, pemerintah daerah berharap deteksi dini dan penanganan pasien dapat dilakukan lebih dekat dengan tempat tinggal masyarakat, sehingga kepadatan fasilitas rawat inap dapat dikurangi.[]