Listrik di Langkahan dan Sawang Aceh Utara Masih Padam, Warga Jemur Kain di Kabel
Aceh Utara – Pasokan listrik di Kecamatan Langkahan dan sebagian wilayah Kecamatan Sawang hingga Minggu (7/12/25) masih belum pulih pascabanjir besar yang melanda kawasan tersebut. Akibat kabel listrik yang tak beraliran arus dan menggantung rendah, warga bahkan memanfaatkannya untuk menjemur pakaian.
Sudah dua pekan terakhir, masyarakat dan para pengungsi terpaksa menggunakan penerangan seadanya di malam hari. Pimpinan salah satu dayah di Langkahan, Tgk Muslem, mengatakan listrik tak kunjung menyala dan warga hanya mengandalkan lilin.
“Tidak ada genset, jadi malam hari pakai penerangan seadanya,” ujar Tgk Muslem, Minggu (7/12/25).
Ia menyebutkan, banyak warga dari desa yang mengalami kerusakan parah terpaksa mengungsi. Di antaranya Gampong Rumoh Rayeuk, Geumbak, Leubok Muku, Buket Linteung, Leubok Pusaka, dan sejumlah desa lain.
“Semua rumah rusak parah, hanya rumah beton yang tersisa,” katanya.
“Itu pun sudah tertimpa kayu dari rumah warga yang hanyut diseret banjir, dan kini masih berlumpur.”
Selain listrik, jaringan telepon seluler di Langkahan juga belum normal. Untuk berkomunikasi, warga harus mencari titik tertentu yang masih memiliki sinyal.
“Kalau perlu menelepon, kami harus cari lokasi yang ada sinyal dulu,” ujarnya.
Sejumlah desa pun belum dapat dilalui kendaraan karena badan jalan masih tertutup lumpur tebal.
“Harus memakai alat berat, tidak mungkin dibersihkan dengan alat biasa,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPRK Aceh Utara asal Kecamatan Sawang, Amiruddin, mengatakan sebagian besar wilayah Sawang juga masih mengalami pemadaman listrik.
“Sampai hari ini, Minggu, sebagian Sawang masih padam,” ujarnya.
Jaringan seluler di wilayah Sawang pun belum lancar.
“Untuk bisa berkomunikasi, warga harus naik ke dataran lebih tinggi agar dapat sinyal,” ungkap Amiruddin.
Ia menambahkan, akses jalan sepanjang sekitar tujuh kilometer yang sempat tertimbun lumpur setinggi satu hingga 1,5 meter kini perlahan mulai dibuka.
“Tanahnya digeser dulu ke pinggir jalan karena belum ada lokasi pembuangan,” jelasnya.
Meski demikian, warga belum bisa membersihkan rumah masing-masing karena lapisan lumpur di dalam rumah masih mencapai setengah meter dan telah mengeras.[]

