Korban Meninggal di Aceh Utara Bertambah, 13 Jiwa dalam Sehari

Korban Meninggal di Aceh Utara Bertambah, 13 Jiwa dalam Sehari
Korban meninggal akibat banjir bandang di Aceh Utara bertambah menjadi 230 jiwa sampai tanggal 24 Desember 2025. Foto ini saat Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma, meninjau Desa Gedumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, yang porak-poranda diterjang banjir bandang yang dipenuhi tumpukan kayu, Jumat (5/12/25) . - Foto : Dok. Ist

Aceh Utara — Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Aceh Utara kembali bertambah. Data terbaru Pusat Informasi Posko Bencana Banjir Aceh Utara per Rabu (24/12/25) mencatat peningkatan signifikan korban jiwa dalam kurun waktu satu hari.

Berdasarkan laporan resmi posko, jumlah korban meninggal dunia meningkat dari 190 orang menjadi 203 orang, atau bertambah 13 jiwa. Sementara itu, jumlah korban hilang masih tercatat enam orang, dan korban luka-luka tetap berada di angka 2.127 orang.

Di sisi lain, jumlah pengungsi menunjukkan penurunan dibandingkan sehari sebelumnya. Pada 23 Desember 2025, tercatat sebanyak 19.254 kepala keluarga (KK) atau 68.424 jiwa masih mengungsi. Namun, pada 24 Desember 2025, angka tersebut menurun menjadi 19.046 KK atau 67.872 jiwa, atau berkurang 208 KK dan 552 jiwa.

Penurunan jumlah pengungsi tersebut seiring dengan mulai pulangnya sebagian warga ke rumah masing-masing, meskipun kondisi permukiman belum sepenuhnya pulih dan masih membutuhkan perbaikan.

Sementara itu, jumlah warga terdampak banjir secara keseluruhan tidak mengalami perubahan signifikan, yakni tetap berada di angka 124.536 KK atau 433.087 jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa dampak banjir masih dirasakan secara luas di hampir seluruh wilayah Aceh Utara.

Dari aspek kerusakan rumah, data per 23 dan 24 Desember relatif sama. Tercatat sebanyak 72.331 unit rumah terendam, 3.474 unit rumah hilang, 6.234 unit rusak berat, 7.972 unit rusak sedang, serta 20.886 unit rusak ringan.

Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, menyampaikan bahwa dampak banjir juga meluas ke sektor pertanian dan perikanan. Sawah yang terendam mencapai 14.509 hektare, sementara tambak terdampak seluas 10.674 hektare.

“Kondisi ini dikhawatirkan berdampak panjang terhadap ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat,” ujarnya, Rabu (24/12/2025).

Kerusakan infrastruktur turut tercatat signifikan. Sebanyak 432 ruas jalan dilaporkan rusak, dengan rincian 113 rusak berat, 53 rusak sedang, dan 266 rusak ringan. Selain itu, 78 titik tanggul sungai mengalami kerusakan, serta 60 unit jembatan terdampak, sebagian di antaranya rusak berat.

Fasilitas umum juga terdampak. Sebanyak 383 sekolah dilaporkan mengalami kerusakan, mencakup ratusan ruang kelas serta ribuan alat peraga pendidikan. Fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan puskesmas pembantu, juga mengalami kerusakan berat dan sedang, sehingga mengganggu pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Jumlah titik lokasi pengungsian hingga 24 Desember 2025 masih tercatat sebanyak 210 titik, tidak berubah dibandingkan data sehari sebelumnya.

Data Dampak Banjir Bandang di Aceh Utara (per 24 Desember 2025):

Korban meninggal dunia: 203 jiwa

Korban hilang: 6 jiwa

Korban luka-luka: 2.127 orang

Warga mengungsi: 19.046 KK atau 67.872 jiwa

Rumah terendam: 72.331 unit

Rumah hilang: 3.474 unit

Rumah rusak berat: 6.234 unit

Rumah rusak sedang: 7.972 unit

Rumah rusak ringan: 20.886 unit

Sawah terendam: 14.509 hektare

Tambak terdampak: 10.674 hektare

Jalan rusak: 432 titik

Tanggul sungai rusak: 78 titik

Jembatan terdampak: 60 unit

Sekolah rusak: 383 unit []