Mahasiswa dan Pengurus Lembaga Dakwah Unimal Turun Jadi Relawan Pascabencana di Aceh Utara
Aceh Utara — Kepedulian terhadap korban bencana kembali ditunjukkan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal). Pengurus Lembaga Dakwah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unimal bersama mahasiswa lintas program studi turun langsung menjadi relawan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Utara.
Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung sejak 4 Desember 2025 hingga saat ini, dengan fokus aksi di Desa Krueng Mane dan Desa Reuleut, Kabupaten Aceh Utara. Para relawan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari pembersihan lingkungan dan fasilitas ibadah, penyaluran bantuan kebutuhan pokok, hingga pendampingan psikososial bagi warga terdampak.
Koordinator kegiatan sekaligus Ketua Lembaga Dakwah FEB Unimal, Fikri Hoeru Rozikin, mengatakan kehadiran mahasiswa di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar kampus.
“Kami hadir bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kewajiban untuk saling membantu. Musibah ini membutuhkan kehadiran banyak pihak, dan kami berusaha mengambil peran semampu kami,” ujarnya.
Menurut Fikri, kegiatan relawan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi dan latar belakang keagamaan yang bersatu dalam semangat kemanusiaan dan gotong royong. Seluruh aktivitas dilakukan secara swadaya, mulai dari pengadaan peralatan kebersihan, transportasi menuju lokasi, hingga akomodasi selama kegiatan berlangsung.
Meski dihadapkan pada keterbatasan alat, sarana transportasi, dan akomodasi, para relawan tetap menunjukkan semangat tinggi. Berkat kerja sama dengan masyarakat setempat, salah satu masjid di wilayah terdampak berhasil dibersihkan dari endapan lumpur banjir dan kini kembali dapat digunakan untuk aktivitas ibadah.
Kehadiran para relawan mahasiswa mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menyampaikan apresiasi atas bantuan dan kepedulian yang diberikan di tengah kondisi pascabencana.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kalangan muda dan civitas akademika lainnya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam aksi-aksi kemanusiaan, khususnya saat masyarakat menghadapi situasi darurat akibat bencana alam.[]

