32 Perguruan Tinggi di Indonesia Bertarung di PKMN - UBC Unimal 2024

32 Perguruan Tinggi di Indonesia Bertarung di PKMN - UBC Unimal 2024
Finalis PKMN-UBC 2024 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia foto bersama Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan Dr. Alfian, SHI, MA di aula Cut Meutia Kampus Bukit Indah Unimal Blang Pulo Lhokseumawe, Selasa (11/6/24) - Foto : marjinal

LHOKSEUMAWE - 32 perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia mengikuti Pekan Kreatifitas Mahasiswa Nasional Unimal Bidik Misi Competition (PKMN - UBC) 2024 di Universitas Malikussaleh (Unimal). 

Kegiatan ini di gelar oleh Forum Mahasiswa Bidikmisi (Formadiksi) Unimal, sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Unimal yang menghimpun penerima beasiswa Bidik Misi atau KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah. 

Ketua Formadiksi Unimal Firman Karim mengatakan, sejak lima tahun Forum ini berdiri sudah 4 kali kegiatan serupa dilaksanakan. 

"Tahun ini ada 163 mahasiswa yang mendaftar dari berbagai perguruan tinggi, finalis tahap I yang lulus seleksi sebanyak 65 orang, yang hadir langsung berkompetisi di kampus Unimal sebanyak 55 orang" ungkap Firman. 

Adapun cabang yang diperlombakan terdiri dari orasi ilmiah, essay ilmiah, debat ilmiah dan kisah inspiratif. 

Mereka yang hadir dalam final dikampus Unimal Berasal dari Propinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Bengkulu,, Lampung, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, Banten, Makassar, NTB, Kalimantan Timur dan Papua. 

Final berlangsung selama dua hari mulai tanggal 10-12 Juni 2024, namun menurut Firman proses seleksi sudah berlangsung sejak satu bulan sebelumnya. 

" ini bukan hanya ajang kompetisi, namun mari kita jadikan forum ini sebagai ajang memperkuat silaturahmi nasional sesama mahasiswa Indonesia" pesan Firman saat memberi sambutannya pada Selasa (11/6/24) di aula Cut Meutia kampus Bukit Indah Lhokseumawe. 

Dr. Alfian menyapa salah satu Finalis PKMN-UBC Unimal 2024

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Alfian, SHI, MA., mengapresiasi kompetisi ini. 

"Penerima beasiswa Bidik misi atau KIP ini, harus mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada, negara memberi kesempatan kepada anda untuk menjadi generasi emas, jadi manfaatkan ajang ilmiah skala nasional seperti ini untuk mendulang prestasi yang mengantarkan kalian dan bangsa ini kepada kehidupan yang lebih baik" Kata Alfian dalam sambutannya saat menutup kegiatan ini, Rabu (13/6/24) malam, di Gedung ACC Fakultas Kedokteran Cunda Lhokseumawe. 

Dalam sambutannya, Alfian juga memberi kanan apresiasi kepada Formadiksi yang sukses menggelar kompetisi ini. 

Tahun depan ia meminta Formadiksi menggelar kompetisi Internasional negara-negara serumpun melayu di Asia Tenggara. 

Malam penutupan di warnai dengan penampilan tari Saman oleh Himpunan Mahasiswa Gayo Lues (Himagalus) Unimal, tari Tor Tor sanggar Formadiksi dan berbagai tampilan seni lainnya. [zulsyarif]