‎Banjir Lumpuhkan 9 Instalasi Pengolahan Air Perumda Tirta Pase di Aceh Utara, Pipa Induk Putus

‎Banjir Lumpuhkan 9 Instalasi Pengolahan Air Perumda Tirta Pase di Aceh Utara, Pipa Induk Putus
Direktur Utama Perumda Tirta Pase, Imran bersama tim mengecek fasilitas yang rusak akibat terjangan banjir yang terjadi dalam sepekan terakhir ini. - Foto : Dok. Tirta pase

‎ACEH UTARA – Banjir besar yang melanda Aceh Utara dalam sepekan terakhir tak hanya merendam permukiman, tetapi juga melumpuhkan layanan air bersih. Sembilan Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Tirta Pase terhenti total, termasuk pipa induk di lintasan jalan nasional kawasan Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, yang putus terseret arus.

‎Tingginya debit air sungai dan terendamnya sejumlah peralatan vital membuat operasional Perumda Tirta Pase berhenti sementara. Akibatnya, distribusi air bersih ke berbagai wilayah di Aceh Utara dan sekitarnya mengalami gangguan serius.

‎Informasi yang dihimpun marjinal.id Jumat (28/11/25), dari Direktur Utama Perumda Tirta Pase, Imran ST MM, menyebutkan bahwa sejak Rabu (26/11/25) malam, beberapa IPA mulai tidak dapat beroperasi. IPA Sawang 2 di kawasan Glee Dagang dihentikan sekitar pukul 22.00 WIB setelah permukaan air sungai mencapai panel pompa intake.

‎‎IPA Samudera 1 di Krueng Pase juga ikut dihentikan karena muka air sungai yang tinggi membuat air dari drainase instalasi tak dapat dibuang. Sementara itu, sumur dalam (deep well) di Simpang Keuramat dihentikan sejak sore karena air banjir masuk ke area sumur kedua.

‎Banjir turut melumpuhkan IPA Pirak Timu serta IPA Samudera 3 di kawasan Teupin Punti akibat genangan air yang terus naik. Di wilayah Lhoksukon, operasi IPA Lhoksukon 1 dan 2 di Meunasah Asan berhenti total setelah pompa distribusi dan panel listrik terendam.

‎‎Suplai IPA Lhoksukon 3 di Meunasah Reudep juga terhenti lantaran pemadaman listrik PLN di area intake dan terendamnya lokasi instalasi. Kondisi serupa dialami IPA Samudera 4 di kawasan Geudong dan IPA Langkahan, yang seluruh areanya tergenang air hingga masuk ke ruang utama instalasi.

‎Di tengah kondisi darurat tersebut, beberapa IPA seperti IPA Cot Girek dan IPA Sawang 1 di Babah Krueng masih bertahan beroperasi, meski tidak dalam kapasitas optimal. Secara keseluruhan, produksi air bersih menurun drastis akibat banjir dan padamnya aliran listrik.

‎“Banjir tidak hanya melumpuhkan fasilitas pengolahan, tetapi juga merusak jaringan pipa utama,” jelas Dirut Perumda Tirta Pase, Imran. Ia menuturkan bahwa pipa induk di depan SPBU Geudong Blang Priya mengalami kerusakan berat dan putus total. Jalur pipa menuju Lhokseumawe serta jaringan pipa ke arah Geudong dan Syamtalira Bayu juga dilaporkan rusak parah.

‎‎Imran mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih selama masa darurat banjir serta menampung air ketika pasokan masih tersedia. Ia memastikan bahwa proses perbaikan akan dilakukan segera setelah air surut dan akses ke lokasi dapat dijangkau dengan aman. [ ]