Dorong Lulusan SMA Lanjut ke Pendidikan Tinggi, FOMA PT Luncurkan Gerakan Beasiswa dan Advokasi Pendidikan.
ACEH UTARA – Forum Mahasiswa Pirak Timu (FOMA PT) meluncurkan Gerakan Beasiswa dan Advokasi Pendidikan, sebuah inisiatif kolektif untuk membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda desa di kecamatan tersebut.
Menurut Ketua FOMA PT, Khadani program ini lahir dari keresahan mahasiswa terhadap kondisi pendidikan di kampung halaman mereka.
"Hanya ada satu SMA di sini, kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi masih menjadi perjuangan berat bagi banyak anak di tempat kami. Sehingga banyak lulusan yang harus mengubur mimpinya untuk kuliah karena terkendala biaya, minim informasi, dan kurangnya dukungan" ungkap Dani yang kini menempuh pendidikan S1 Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) di UIN Sulthanah Nahrasiyah Lhokseumawe.
Dani menyampaikan, kendati Pirak Timu hanya punya satu SMA, tapi potensi anak-anaknya luar biasa namun karena masalah ekonomi dan kurang dukungan langkah lulusan SMA terhenti.
"Melalui gerakan ini, kami ingin membuka jalan agar mereka berani melangkah ke kampus,” tambahnya.
Dani menjelaskan beberapa program konkrit yang akan dilaksanakan FOMA FT dalam jangka pendek dan menengah.
Pertama, menyediakan Pusat Informasi Beasiswa seperti KIP-K, Beasiswa Aceh Carong, hingga peluang beasiswa dari pihak swasta bersumber dari dana CSR.
Kedua melakukan Mentoring Masuk Perguruan Tinggi dan melakukan pendampingan kepada siswa SMA asal Pirak yang mendaftar kuliah.
Ketiga, melaksanakan gerakan 1 Desa 1 donatur dengan cara mengajak tokoh masyarakat, alumni, dan diaspora Pirak Timu untuk membantu minimal satu anak kuliah.
Keempat, melakukan Advokasi Beasiswa Daerah – mendorong Pemkab Aceh Utara dan DPRK untuk menyediakan kuota khusus beasiswa anak Pirak Timu.
Khadani mengatakan gerakan ini mendapat dukungan dari berbagai elemen, termasuk pemuda di kecamatan Pirak Timu.
Ketua KNPI Kecamatan Pirak Timu, Tgk. Aris Munandar, menyampaikan apresiasi terhadap program FOMA PT ini sekaligus menyatakan siap berkolaborasi.
“Apa yang dilakukan FOMA PT adalah langkah mulia. Pendidikan adalah jalan keluar dari lingkaran kemiskinan. KNPI siap berjalan bersama mahasiswa, tokoh masyarakat, dan pemerintah untuk mewujudkan generasi Pirak Timu yang lebih maju,” tegas Aris.
Ia menambahkan bahwa gerakan sosial ini harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya mahasiswa.
“Kalau kita bersatu, tidak ada alasan anak-anak Pirak Timu berhenti sekolah hanya karena biaya. Kami dari KNPI mengajak semua pihak, baik pemerintah, pengusaha, maupun para alumni untuk ikut serta,” tutupnya.
Dengan dukungan berbagai pihak, FOMA PT optimis gerakan ini akan menjadi gerakan nyata yang melahirkan generasi emas dari desa kelahiran Cut Meutia ini, seorang pahlawan nasional yang jasadnya di makamkan di tanah itu.
Dani yakin dari tanah Cut Meutia ini, akan kembali lahir pemimpin besar, tentu dengan memajukan pendidikannya, dia optimis, dengan kerjasama semua pihak data ungkit program ini akan sangat dahsyat. []

