Wakil Wali Kota Lhokseumawe : IDI Harus Aktif Terlibat Dalam kebijakan Kesehatan Publik
LHOKSEUMAWE — "IDI adalah mitra penting pemerintah bukan hanya di ruang praktik, tetapi juga di ruang-ruang strategis yang menentukan arah pembangunan kesehatan. Kami mendorong IDI untuk terus aktif memberi masukan dan terlibat langsung dalam proses kebijakan,” ujar Husaini.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, S.E., dalam sambutannya saat membuka Rapat Kerja (Raker) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lhokseumawe masa bakti 2025–2028, Sabtu pagi, di Aula Setdako Lhokseumawe.
Wakil Wali Kota juga memberikan apresiasi atas dedikasi para dokter yang tergabung dalam IDI dalam memperkuat sistem kesehatan di Kota Lhokseumawe.
"IDI memegang peran strategis, tidak hanya dalam layanan medis, tetapi juga dalam merumuskan arah kebijakan kesehatan publik" Tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan etika profesi, serta mendorong para dokter untuk tampil sebagai pemimpin di berbagai lini pelayanan kesehatan.
Diharapkan pengurus IDI terus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama.
Selain itu, IDI Cabang Lhokseumawe diharapkan mampu memperluas peran dan kolaborasi, tidak hanya antar anggota, tetapi juga dengan pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen profesional, IDI diyakini dapat menjadi kekuatan penggerak dalam mewujudkan layanan kesehatan yang tangguh, inklusif, dan berkeadilan di Kota Lhokseumawe.
Rapat kerja yang mengusung tema “Meningkatkan Kerjasama Antar Tim dan Mewujudkan Inovasi untuk Pertumbuhan dan Keberhasilan Bersama” ini dihadiri oleh Ketua IDI Cabang Lhokseumawe, dr. Fahrizal, Sp.THT-KL, dewan penasehat, seluruh pengurus dan anggota, para dokter, serta tamu undangan dari berbagai institusi kesehatan di Kota Lhokseumawe.
Raker ini menjadi forum strategis bagi IDI Lhokseumawe untuk merumuskan program kerja selama empat tahun ke depan. Agenda mencakup evaluasi kinerja, penguatan struktur organisasi, serta pengembangan inovasi dalam pelayanan medis, khususnya di tengah tantangan dunia kesehatan yang terus berubah.

