Ketua FDM Pidie Tgk. Abdul Aziz Terpilih sebagai Peserta Program Dai Muda Nasional Kemenag RI 2025
PIDIE – Ketua Forum Dai Milenial (FDM) Kabupaten Pidie, Tgk. Abdul Aziz, S.Ag, mencatatkan prestasi membanggakan dengan lolos seleksi nasional Program Pembibitan Calon Dai Muda 2025yang diinisiasi oleh Subdirektorat Dakwah, Direktorat Penerangan Agama Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
Program ini dirancang sebagai ruang strategis untuk menyiapkan kader dai muda yang memiliki pemahaman keislaman yang komprehensif, moderat, serta mampu berdakwah secara adaptifterhadap tantangan era digital dan keragaman masyarakat.
Tgk. Abdul Aziz berasal dari Gampong Laweung, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie. Ia menempuh pendidikan agama di Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya Samalanga dan hingga kini masih aktif menimba ilmu di Dayah MUDI. Di luar aktivitas pendidikan formal, ia dikenal aktif membina komunitas HASQULA (Halaqah Santri Qudwah Laweung) dan menjadi figur sentral dalam gerakan dakwah santri milenial di wilayahnya.
“Program ini adalah peluang emas untuk belajar lebih dalam tentang dakwah yang relevan dengan zaman, sekaligus memperluas jaringan dengan dai muda dari seluruh Indonesia. Ini tentang membawa semangat santri Aceh ke panggung nasional,” kata Tgk. Aziz dengan penuh semangat.
Kegiatan pelatihan akan digelar secara luring (offline) selama lima hari di wilayah Jabodetabek, dan dilaksanakan dalam dua gelombang. Jadwal resmi akan diumumkan langsung oleh panitia pusat.
Tgk. Aziz menyampaikan rasa syukur atas dukungan penuh dari para guru, keluarga, serta sahabat seperjuangan. Ia berharap pencapaian ini bisa menjadi inspirasi bagi para dai muda lainnya, khususnya dari Aceh, untuk terus mengembangkan dakwah yang mencerahkan dan membangun peradaban.
Kabar baik ini disambut dengan antusias oleh segenap pengurus dan anggota Forum Dai Milenial Pidie, yang menilai bahwa keterlibatan Tgk. Abdul Aziz di level nasional menjadi langkah penting dalam memperkuat kontribusi generasi muda Aceh di bidang dakwah yang humanis, solutif, dan kontekstual.

