67 Ribu Warga Aceh Utara Masih Mengungsi di 210 Titik, Terbanyak di Jambo Aye dan Langkahan
Aceh Utara — Sebanyak 67.876 jiwa korban banjir di Kabupaten Aceh Utara hingga Jumat (26/12/25) masih bertahan di 210 titik pengungsian yang tersebar di 12 kecamatan, sebulan pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025.
Sementara sebagian warga telah kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur dan menata kembali kehidupan mereka, ribuan korban banjir lainnya masih belum dapat pulang karena kondisi wilayah yang belum sepenuhnya pulih.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara mencatat, jumlah pengungsian terbanyak berada di Kecamatan Tanah Jambo Aye dan Kecamatan Langkahan, dua wilayah yang hingga kini masih terdampak banjir cukup parah.
“Korban banjir yang mengungsi berasal dari 19.047 kepala keluarga,” kata Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, SE, MM, yang akrab disapa Ayahwa, Jumat (26/12/25).
Ia menyebutkan, secara keseluruhan banjir berdampak langsung terhadap 124.549 kepala keluarga atau sekitar 433.064 jiwa di berbagai wilayah Aceh Utara.
Sebaran titik pengungsian meliputi Kecamatan Tanah Jambo Aye sebanyak 54 titik, Kecamatan Langkahan 50 titik, Kecamatan Sawang 33 titik, Kecamatan Baktiya Barat 22 titik, Kecamatan Lhoksukon/Lapang 18 titik, Kecamatan Baktiya dan Dewantara masing-masing 11 titik, Kecamatan Muara Batu 5 titik, Kecamatan Seunuddon dan Nibong masing-masing 2 titik, serta Kecamatan Cot Girek dan Meurah Mulia masing-masing 1 titik.
Sebagian besar pengungsi menempati fasilitas umum seperti meunasah, sekolah, balai desa, serta rumah warga yang relatif aman dari genangan air.
“Kondisi tersebut membuat kebutuhan dasar para pengungsi menjadi perhatian utama, terutama ketersediaan bahan pangan, air bersih, layanan kesehatan, obat-obatan, selimut, serta perlengkapan bagi anak-anak dan lansia,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersama tenaga kesehatan dan relawan terus melakukan penanganan darurat melalui pendirian posko, pendataan korban, serta penyaluran bantuan logistik ke seluruh titik pengungsian.
Masyarakat di wilayah rawan banjir diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, mengingat curah hujan masih berpotensi memperparah kondisi banjir di sejumlah kawasan.[]

