KPM 45 UIN Sultanah Nahrasiyah Latih Warga Buat Sabun Cuci Piring
ACEH UTARA – Suasana ceria mewarnai Meunasah Gampong Cempeudak pada Minggu, 16/11/2025, saat mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 45 UIN Sultanah Nahrasiyah menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun cuci piring (Sunlight Homemade) bersama ibu-ibu rumah tangga setempat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta membuka peluang usaha rumahan yang mudah dijalankan. Antusiasme para peserta terlihat sejak awal kegiatan, terutama dari ibu-ibu yang ingin mempelajari keterampilan baru untuk kebutuhan sehari-hari.
Ketua Kelompok 45, Muhammad Araby, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menumbuhkan kreativitas dan inisiatif usaha masyarakat desa.
“Kami berharap keterampilan ini menjadi modal bagi ibu-ibu untuk memulai usaha kecil yang mampu membantu ekonomi keluarga. Yang penting ada kemauan, peluang selalu ada,” ujarnya.
Memasuki sesi praktik, para peserta diperkenalkan pada bahan-bahan seperti texapon, SLS, garam NaCl, pewarna, dan pewangi lemon. Dengan bimbingan mahasiswa, ibu-ibu langsung mencoba proses pembuatan mulai dari memanaskan air, melarutkan bahan pengental, hingga mencampurkan aroma lemon. Suasana terlihat penuh tawa dan kebersamaan.
Momen menarik muncul ketika ibu Geuchik ikut langsung mengaduk campuran sabun hingga mengental dan siap dikemas.
“Ternyata tidak sulit ya! Kalau dilakukan bersama, selain lebih hemat juga bisa jadi peluang usaha,” ujarnya sambil menunjukkan hasil sabun buatannya.
Para ibu rumah tangga mengaku senang karena dapat membawa pulang sabun hasil praktik. “Kami baru tahu sabun cuci piring bisa dibuat sendiri dengan kualitas seperti ini,” kata salah seorang peserta.
Mahasiswa menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan singkat, tetapi langkah awal untuk memantik usaha mikro di desa. Mereka berharap ibu-ibu Cempeudak dapat terus memproduksi sabun secara mandiri dan konsisten sehingga bisa dipasarkan lebih luas.
Kegiatan ditutup dengan pembagian sabun kepada peserta sebagai bentuk apresiasi. Sisa sabun lainnya dibagikan melalui sesi tanya jawab yang berlangsung meriah. Pelatihan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi warga dalam membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. [ ]

