Presma PTIQ Jakarta Minta Publik Sikapi Video Menag Secara Jernih dan Proporsional

Presma PTIQ Jakarta Minta Publik Sikapi Video Menag Secara Jernih dan Proporsional
Presiden Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta, Sahrul HR,

Jakarta — Presiden Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta, Sahrul HR, menyampaikan pernyataan sikap terkait beredarnya potongan video yang menampilkan pernyataan Nazaruddin Umar, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia.

Menurut Sahrul, persoalan tersebut perlu disikapi secara jernih, proporsional, serta berlandaskan etika intelektual. Di era digital, kata dia, informasi sangat mudah dipotong dan disebarluaskan tanpa menghadirkan konteks yang utuh, sehingga berpotensi menimbulkan distorsi makna dan kesalahpahaman di ruang publik.

“Dalam setiap forum ilmiah maupun dialog publik, satu pernyataan tidak dapat dilepaskan dari keseluruhan gagasan yang melatarbelakanginya. Ketika konteks dihilangkan, makna bisa berubah dan memicu penilaian yang tidak utuh,” ujar Sahrul dalam keterangan tertulisnya.

Ia menegaskan, sebagai ulama, intelektual, sekaligus pejabat publik, setiap pernyataan Nazaruddin Umar semestinya dipahami secara komprehensif. Penilaian yang adil, lanjutnya, hanya dapat dibangun melalui informasi yang lengkap, bukan berdasarkan potongan narasi yang parsial.

Sahrul juga menyebut, perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika demokrasi dan kehidupan akademik. Kritik, menurutnya, adalah hal yang wajar, namun harus lahir dari pemahaman menyeluruh serta disampaikan dengan tanggung jawab moral dan intelektual.

Sebagai Presiden Mahasiswa PTIQ Jakarta, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan klarifikasi dan verifikasi sebelum membangun opini. Sikap tabayyun, katanya, menjadi kunci dalam menjaga ruang publik yang sehat, rasional, dan beradab.

“Semoga peristiwa ini menjadi pengingat bersama bahwa kebijaksanaan dan ketelitian adalah fondasi utama dalam menyikapi setiap pernyataan tokoh publik, agar kita tidak terjebak pada kesimpulan yang tergesa-gesa,” demikian Sahrul HR.[]