Tangis Haru Warnai Kunjungan Bupati Aceh Utara ke Dusun Sarah Raja
ACEH UTARA — Suasana haru mewarnai kunjungan Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil (Ayah Wa), ke Dusun Sarah Raja, Desa Lubuk Pusaka, Kecamatan Langkahan, Selasa (13/1/26). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah terpencil itu.
Untuk mencapai Dusun Sarah Raja, rombongan Bupati harus menempuh perjalanan panjang dan penuh tantangan. Akses menuju lokasi diawali dengan menyusuri alur sungai menggunakan perahu bermesin selama sekitar satu jam, kemudian dilanjutkan perjalanan darat melewati medan perbukitan yang terjal dan licin satu-satunya jalur penghubung warga dengan wilayah luar.
Setibanya di lokasi, tangis warga pecah saat menyampaikan langsung berbagai keluhan dan kesulitan hidup yang mereka alami. Bupati Aceh Utara pun tampak terharu ketika mendengar kisah perjuangan masyarakat yang hidup dalam keterbatasan, mulai dari akses jalan yang terputus, minimnya layanan kesehatan dan pendidikan, hingga ketiadaan listrik dan jaringan komunikasi.
“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Suara masyarakat di dusun terpencil seperti Sarah Raja tidak boleh berhenti sampai di sini,” tegas Ayah Wa di hadapan warga.
Ia menegaskan seluruh aspirasi masyarakat merupakan amanah yang wajib diperjuangkan agar tidak ada warga Aceh Utara yang merasa terpinggirkan di daerahnya sendiri.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Utara menyampaikan sejumlah komitmen nyata, di antaranya pembangunan rumah hunian sementara dan rumah permanen bagi warga terdampak bencana, pembangunan SD Negeri 15 Langkahan di Dusun Sarah Raja, penyediaan akses internet melalui pendirian menara telekomunikasi, serta pemenuhan kebutuhan listrik.
“Anak-anak Sarah Raja harus mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama. Mereka berhak memperoleh fasilitas yang layak dan memiliki masa depan yang setara dengan anak-anak di wilayah lain,” ujar Ayah Wa.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga berkomitmen mengaktifkan kembali Puskesmas Pembantu yang dilengkapi dengan genset dan bahan bakar, memfasilitasi SK masjid dan imam, menyediakan perangkat pendukung masjid, serta memperjuangkan pembangunan akses jalan sebagai urat nadi utama kehidupan warga.
Kunjungan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada wilayah yang mudah dijangkau, melainkan harus menjangkau hingga dusun-dusun terpencil yang selama ini luput dari perhatian. []

