Ekstrakurikuler Seni Dorong Pengembangan Psikomotorik Siswa SDN 3 Syamtalira Bayu

Ekstrakurikuler Seni Dorong Pengembangan Psikomotorik Siswa SDN 3 Syamtalira Bayu
Siswa SDN 3 Syamtalira Bayu menampilkan seni tari dan karnaval budaya saat peringatan Hari Kemerdekaan, sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler seni sekolah. - Foto : Dok. Ist

ACEH UTARA — meSekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Syamtalira Bayu ngembangkan manajemen ekstrakurikuler bidang seni sebagai sarana penguatan kemampuan psikomotorik siswa. Program tersebut dirancang untuk melengkapi proses pembelajaran di kelas sekaligus membentuk karakter peserta didik secara utuh.

Guru mata pelajaran SDN 3 Syamtalira Bayu, Noviyanti, ST.RT, Rabu (14/1/26), mengatakan kegiatan ekstrakurikuler seni menjadi media penting dalam menyeimbangkan perkembangan intelektual, emosional, dan motorik siswa. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan sikap dan keterampilan.

“Melalui kegiatan seni yang dikelola secara terstruktur dan berkelanjutan, siswa dapat mengembangkan kemampuan psikomotorik, sekaligus membangun disiplin, tanggung jawab, dan rasa percaya diri,” ujarnya.

Program ekstrakurikuler seni diikuti siswa kelas III hingga VI. Kegiatan ini dilaksanakan di luar jam pembelajaran reguler sebagai upaya menumbuhkan minat dan bakat siswa sejak dini. Selain keterampilan teknis, siswa juga dibiasakan mengelola waktu dengan baik serta menumbuhkan sikap empati dan kerja sama antarteman.

Noviyanti menjelaskan, aktivitas seni tidak semata-mata berorientasi pada penampilan atau hasil karya. Seni berperan sebagai sarana melatih koordinasi gerak tubuh dengan proses berpikir. Dalam kegiatan tari, misalnya, siswa dilatih menjaga keseimbangan, kelenturan, dan ketepatan gerak mengikuti irama musik.

Sementara dalam kegiatan musik, seperti drum band, siswa belajar kekompakan, disiplin, serta koordinasi motorik. SDN 3 Syamtalira Bayu juga telah menampilkan drum band pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2025, yang menjadi penampilan perdana sekolah dalam kegiatan karnaval di wilayah Syamtalira Bayu.

“Penampilan tersebut meningkatkan rasa percaya diri siswa. Mereka merasa bangga karena dapat menampilkan hasil latihan di hadapan guru, orang tua, dan masyarakat,” katanya.

Dalam bidang seni tari, siswa juga diperkenalkan dengan tarian tradisional Aceh seperti Ranup Lampuan. Selain melatih kemampuan motorik, kegiatan ini turut menanamkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kepada siswa.

Menurut Noviyanti, keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan seni terbukti berdampak positif terhadap pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, dan keberanian tampil di depan umum. Oleh karena itu, ekstrakurikuler seni tidak hanya menjadi wadah pengembangan minat dan bakat, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran yang mendukung pengembangan psikomotorik secara terpadu.

Ia menambahkan, pengelolaan ekstrakurikuler seni yang terencana dan berkelanjutan perlu mendapat perhatian serius dari pihak sekolah sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.[]