Bupati Aceh Utara Hadiri Panen Perdana Jagung Dana Desa di Meunye Tujoh
ACEH UTARA – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil, SE., MM., yang akrab disapa Ayah Wa, menghadiri kegiatan panen perdana jagung dalam rangka Program Ketahanan Pangan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Gampong Meunye Tujoh, Kecamatan Pirak Timu, Jumat (18/07/25).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam mendukung kemandirian pangan berbasis desa. Hadir dalam acara tersebut Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani Arifin, Iptu Zainal Arifin dari Polsubsektor Pirak Timu, Danramil Pirak Timu, Camat Pirak Timu Julfar Abdar, S.STP., M.A.P., perwakilan Dinas DPMG Aceh Utara, Geuchik Meunye Tujoh Syarhul Rizal, serta tokoh agama, pemuda, dan kelompok tani setempat.
Program penanaman jagung yang dijalankan Pemerintah Desa Meunye Tujoh memanfaatkan lahan seluas 1,5 hektare dengan varietas hibrida Pertiwi-2. Varietas ini dikenal tahan terhadap hama dan memiliki produktivitas tinggi. Target panen diperkirakan mencapai 13,5 ton jagung pipilan kering, atau sekitar 9 ton per hektare—angka yang melampaui rata-rata nasional.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi terhadap keberhasilan desa dalam mengelola Dana Desa untuk ketahanan pangan. “Ini contoh nyata pemanfaatan anggaran desa yang tepat. Saya berharap semangat ini bisa ditiru oleh gampong-gampong lain di Aceh Utara,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk TNI/Polri, dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama ekonomi rakyat.
Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani Arifin menyebut panen ini sebagai bagian dari upaya bersama menuju swasembada pangan. “Semoga ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menyukseskan Aceh Utara Bangkit,” katanya.
Geuchik Meunye Tujoh, Syarhul Rizal, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan penuh pemerintah terhadap program ketahanan pangan desanya. Ia menegaskan komitmen aparatur desa untuk terus mendorong pertanian sebagai sektor andalan.
Acara turut dirangkai dengan penyerahan bibit jagung Pertiwi-2 secara simbolis kepada kelompok tani, sebagai dukungan Pemkab Aceh Utara terhadap kelanjutan program di musim tanam berikutnya. Bupati juga menyempatkan berdialog langsung dengan petani guna mendengar aspirasi seputar distribusi pupuk, akses irigasi, dan pengelolaan pertanian.
Setelah panen, rombongan meninjau fasilitas pompanisasi yang baru saja diresmikan di desa tersebut. Infrastruktur yang dibangun melalui Dana Desa itu kini difungsikan untuk mengairi lahan sawah seluas sekitar 20 hektare, menggantikan sistem tadah hujan yang tidak stabil.
“Pompa air ini sangat vital. Dengan suplai air memadai, petani bisa menanam dua sampai tiga kali setahun. Aset ini harus dijaga dan dimanfaatkan maksimal,” tegas Bupati.
Camat Pirak Timu, Julfar Abdar, menyampaikan bahwa terdapat 1,69 hektare sawah di wilayahnya yang belum memiliki sistem irigasi. Dengan 80 persen warganya bergantung pada sektor pertanian, ia berharap pembangunan irigasi menjadi prioritas.
Panen perdana dan peresmian infrastruktur ini mempertegas keseriusan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam mewujudkan kedaulatan pangan dari tingkat desa. Diharapkan, keberhasilan Meunye Tujoh dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di seluruh wilayah.

