SKK Migas dan K3S, Temui Pj. Gubernur,  Update Informasi Kegiatan Hulu Migas di Aceh

SKK Migas dan K3S, Temui Pj. Gubernur,  Update Informasi Kegiatan Hulu Migas di Aceh
Sebastian Julius, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Sumbagut memberikan informasi perkembangan operasi Migas di Aceh dalam pertemuan dengan Pj. Gubernur Aceh Mayjen (Pur) Marzuki di Pendopo Gubernur - Foto ; Ist

BANDA ACEH – Dua operator Minyak dan Gas (Migas) atau yang dikenal dalam industry Migas dengan Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) yang beroperasi di Aceh berhasil melakukan pengeboran pada Mei dan Juni 2022 lalu.

Hasil tes uji alir pengeboran yang dilakukan Premier Oil Harbour Energy (Mei 2022) yang mengelola Wilayah Kerja  Andaman 2 menghasilkan gas sebesar 27 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day) atau Juta Standar kubik dan kondesat sebesar 1.884 BOPD (Barrel of Oil Per Day). 

Pengeboran yang dilakukan PHE NSO pada sumur NSO-R2 (Juni 2022) dengan hasil uji kandungan lapisan pertama ditemukan 5 juta standar kaki kubik  dan 1.400 BOPD dan hasil uji kandungan lapisan kedua ditemukan 13.74 juta kaki  kubik dan 43 BOPD.

Kabar baik hasil kerja kedua K3S itu dilaporkan kepada Pj Gubernur Aceh Mayjen TNI (Purn) Achmad Marzuki oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan K3S dalam kunjungan silaturahmi ke pendopo Gubernur, Senin (5/9/22) di Banda Aceh.

Hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut yang diwakili Kepala Departemen Operasi Sebastian Julius, Wakil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) M. Najib, Senior Manager Government Affairs Premier Oil Harbour Energy Buyung Heru Satria, Manager External Relations & Communication Mubadala Petroleum Arie Nauvel Iskandar dan Head of Comrel & CID PHR Zona 1,  Djulianto Tasmat.

 “Alhamduillah, Premier Oil Harbour Energy dan PHE NSO telah mendapatkan indikasi sementara hasil yang positif dan tentunya harapan kami keberhasilan ini juga dapat diikuti oleh K3S lainnya sehingga dengan penemuan sumur sumur baik eksplorasi maupun eksploitasi nantinya dapat memberikan manfaat bagi daerah khususnya Provinsi Aceh”, ungkap Sebastian Julius, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Sumbagut

Dalam kesempat tersebut Sebastian Julius menyampaikan update dan capaian pengeboran baik yang telah, sedang dan yang akan berjalan di Provinsi Aceh. Selain itu juga menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan yang telah diberikan Pemerintah Provinsi Aceh sehingga operasional dapat berjalan lancar sekaligus mengharapkan doa dan dukungan kegiatan yang dilakukan dapat menghasilkan capaian yang baik.

Pj. Gubernur Aceh Mayjen TNI (Purn) Achmad Marzuki menyambut baik kunjungan yang dilakukan SKK Migas – KKKS Wilayah Aceh, ia berharap investasi bidang migas dapat terus ditingkatkan.

“Kami mohon bantuan dari sektor hulu migas khususnya SKK Migas dan K3S agar dengan potensi migas yang besar ini dapat diketahui masyarakat di Provinsi Aceh sehingga masyarakat teredukasi, oleh karena itu agar kendala di lapangan dapat di minimalisir,  komunikasi dengan Pemerintah Daerah diharapkan dapat berjalan dengan baik” sambut kata Pj. Gubernur.

Untuk mengejar target pemerintah yaitu  produksi 1 Juta barel dan 12 BSCFD (billions of standard cubic feet of gas perday) atau 12 Milyar standar kaki kubik  pehari pada 2030,  SKK Migas dan K3S terus melakukan kegiatan yang massif dan agresif melalui kegiatan eksplorasi dan eksploitasi baik onshore (darat) maupun offshore (laut). [R25]