Terungkap, Aceh Utara Catat Korban Banjir Meninggal Terbanyak, Tiga Jenazah Kembali Ditemukan

Terungkap, Aceh Utara Catat Korban Banjir Meninggal Terbanyak, Tiga Jenazah Kembali Ditemukan
Personel TNI berjibaku melakukan evakuasi korban meninggal dunia akibat banjir yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Aceh pada penghujung November 2025 lalu. Hingga 3 Januari 2026. - Foto : Dok. Ist

ACEH UTARA – Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Utara kembali bertambah. Tiga jenazah korban banjir ditemukan pada Sabtu (3/1/26), masing-masing di wilayah Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Muara Batu.

Temuan tersebut semakin mempertegas Aceh Utara sebagai daerah dengan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir terbanyak di Provinsi Aceh.

Hingga 3 Januari 2026, secara akumulatif korban meninggal dunia akibat banjir di Aceh Utara mencapai 229 jiwa. Selain itu, enam orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Jumlah ini menjadikan Aceh Utara sebagai kabupaten dengan korban jiwa akibat banjir terbanyak dibandingkan wilayah lain di Aceh, bahkan lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah terdampak di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Secara nasional, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana banjir mencapai 1.167 jiwa. Angka tersebut meningkat seiring penambahan temuan korban meninggal di Aceh Utara dalam beberapa hari terakhir.

Warga Terdampak

Sementara itu, jumlah warga terdampak banjir di Aceh Utara yang hingga kini masih mengungsi tercatat sebanyak 67.876 jiwa. Mereka tersebar di 210 titik pengungsian di berbagai kecamatan.

Pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Tanah Jambo Aye dengan 54 titik pengungsian, disusul Kecamatan Langkahan sebanyak 50 titik, Kecamatan Sawang 33 titik, Baktiya Barat 22 titik, Lapang 18 titik, serta Baktiya dan Dewantara masing-masing 11 titik.

Selanjutnya, Kecamatan Seunuddon dan Nibong masing-masing dua titik pengungsian, serta Kecamatan Cot Girek dan Meurah Mulia masing-masing satu titik pengungsian.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Aceh Utara, Halidi, menyampaikan tim gabungan hingga kini masih terus melakukan operasi pencarian korban banjir.

“Operasi pencarian dan evakuasi terus dilakukan. Kami meyakini masih terdapat korban yang tertimbun material kayu maupun bangunan rusak akibat banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 lalu,” ujarnya.

Ia menegaskan, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) tetap dilanjutkan meskipun bencana banjir di Aceh Utara telah memasuki bulan kedua.

“Selama 39 hari terakhir, hampir setiap hari ditemukan jenazah korban banjir,” tegasnya. []