Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Tembus Persaingan 4.114 Proposal di P2MW 2025
Sumatera Utara - Tiga tim mahasiswa Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Ketiganya terpilih sebagai penerima pendanaan nasional setelah melalui proses seleksi ketat di antara 4.114 proposal yang diunggah oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia.
WBI—yang dikenal sebagai kampus vokasi berbasis entrepreneur—menjadi satu-satunya politeknik di Sumatera Utara yang meloloskan tiga inovasi mahasiswa sekaligus di tahap pendanaan awal. Ketiganya berasal dari bidang digital, teknologi terapan, dan pariwisata berkelanjutan.
Berikut daftar tim yang lolos:
- Kosfunds
Inovasi: Aplikasi pencatatan keuangan digital berbasis website
Kategori: Bisnis Digital
Dosen Pembimbing: Taufiqurrahman, S.T., M.Kom - TAoX
Inovasi: Jasa konversi dan perakitan sepeda listrik
Kategori: Manufaktur dan Teknologi Terapan
Dosen Pembimbing: Taufiqurrahman, S.T., M.Kom - Ankala Journey
Inovasi: Layanan itinerary personal berbasis autentisitas dan keberlanjutan
Kategori: Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan
Dosen Pembimbing: Rio Fernandez Tamba, S.Pd., M.Sn.
Direktur Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia, Dr. Ir. Jenny Elisabeth, MS., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan cerminan dari sistem pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan zaman dan tantangan dunia kerja.
“Kami percaya setiap mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan. Melalui program seperti P2MW, kami tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi wirausahawan muda yang mampu menciptakan solusi dan membuka peluang kerja baru. WBI akan terus berkomitmen sebagai kampus entrepreneur yang mendorong inovasi berdampak,” ujar Jenny.
Sementara itu, Taufiqurrahman, S.T., M.Kom, yang menjadi pembimbing dua tim lolos, menekankan bahwa inovasi mahasiswa menunjukkan kesadaran terhadap isu-isu strategis yang tengah berkembang di masyarakat.
“Kosfunds dan TAoX merupakan inovasi yang lahir dari kepekaan terhadap kebutuhan zaman—digitalisasi keuangan dan transisi energi. Gagasan ini tidak hanya memiliki nilai ekonomis, tetapi juga membawa relevansi sosial yang tinggi. Ini bukti bahwa mahasiswa vokasi mampu menjawab tantangan dunia nyata dengan pendekatan teknologi,” jelasnya.
Ketiga tim akan melanjutkan program inkubasi dan pembinaan lanjutan yang mencakup mentoring bisnis, validasi pasar, serta peluang kolaborasi dengan dunia industri. WBI Business Initiative Center (WBIIC) sebagai inkubator internal WBI juga berperan strategis dalam membimbing proses kreatif dan teknis mahasiswa sejak awal.
WBI berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa di seluruh Indonesia bahwa kewirausahaan tidak hanya soal bisnis, tetapi tentang keberanian untuk menciptakan perubahan.[Ramadhana]

