Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Aceh Utara Terbakar, Ancam Rumah Warga

Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Aceh Utara Terbakar, Ancam Rumah Warga
Api membakar tumpukan kayu di Kecamatan Sawang, Aceh Utara. - Foto : Dok. Ist

ACEH UTARA – Tumpukan kayu gelondongan sisa banjir besar akhir tahun lalu di Gampong Babah Krueng, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, terbakar pada Rabu (27/5/26) malam. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran tersebut masih belum diketahui.

Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang mengatakan, api mulai terlihat membesar usai waktu magrib dan menghanguskan tumpukan kayu yang berada di kawasan permukiman warga.

“Luas areal yang sudah terbakar diperkirakan mencapai ratusan meter, terlihat dari asap tebal dan bara api yang terus membesar,” ujar Tarmizi Panyang saat dikonfirmasi, Rabu malam.

Ia menjelaskan, tumpukan kayu sisa banjir tersebut telah berada di lokasi selama sekitar enam bulan dengan ketebalan mencapai 3 hingga 5 meter. Total area tumpukan kayu diperkirakan lebih dari satu hektare.

Menurutnya, apabila api tidak segera dipadamkan, kebakaran dikhawatirkan dapat mengancam sedikitnya lima unit rumah warga serta satu meunasah yang berada tidak jauh dari lokasi.

“Karena posisi tumpukan kayu berada di area permukiman penduduk dan dekat meunasah,” katanya.

Tarmizi menyebutkan, proses pemadaman dilakukan menggunakan dua unit armada pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Upaya pemadaman juga dibantu armada damkar dari Pemerintah Kota Lhokseumawe serta water cannon milik Polres Lhokseumawe.

“Api dipadamkan oleh dua unit damkar Aceh Utara dan diperbantukan damkar dari Pemko Lhokseumawe serta water cannon Polres Lhokseumawe,” ujarnya.

Tumpukan kayu sisa banjir tersebut diketahui tersebar hingga ke tiga gampong, yakni Gampong Babah Krueng, Blang Tarakan, dan Gampong Lhok Bayu.

Pihak pemerintah khawatir api akan terus menyala hingga beberapa hari ke depan apabila tidak segera berhasil dipadamkan sepenuhnya.

“Yang kita khawatirkan api menjalar ke rumah penduduk karena lokasinya berada di pekarangan meunasah dan rumah warga,” tambahnya.

Hingga pukul 00.00 WIB, kobaran api masih terlihat membesar dan petugas pemadam kebakaran terus berupaya melakukan pemadaman di lokasi kejadian.[]