Ayah Wa: Tanpa Dukungan Pers, Kemajuan Aceh Utara Akan Berjalan Lambat

Ayah Wa: Tanpa Dukungan Pers, Kemajuan Aceh Utara Akan Berjalan Lambat
Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil atau Ayah Wa, memimpin dialog bersama insan pers dan jajaran pemerintah daerah di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, Selasa (26/5/26). - Foto : Dok. Penulis

ACEH UTARA – Puluhan wartawan dari berbagai media cetak, elektronik, dan daring mengikuti temu wajah dan dialog terbuka bersama Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa, di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, Selasa (26/5/26).

Kegiatan tersebut menjadi ajang memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mendukung pembangunan daerah. Pertemuan turut dihadiri Sekretaris Daerah Dayan Albar, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam kesempatan itu, Ayah Wa memaparkan berbagai capaian kerja, program prioritas, dan rencana strategis pemerintah daerah hingga akhir masa jabatannya. Ia juga menjawab langsung sejumlah pertanyaan dan masukan dari wartawan.

“Bagi saya, pers bukan sekadar pemberita, melainkan mitra strategis, pengawal kebijakan, dan jembatan aspirasi rakyat. Tanpa dukungan dan pemberitaan yang jujur, seimbang, dan konstruktif, kemajuan Aceh Utara akan berjalan lambat,” ujar Ayah Wa.

Menurutnya, pertemuan tersebut sengaja digelar agar pemerintah dan insan pers dapat saling memahami tantangan daerah serta berbagi informasi demi kepentingan masyarakat.

Dalam paparannya, Ayah Wa menyoroti sejumlah program prioritas yang sedang dipercepat, di antaranya penyelesaian pembangunan hunian sementara dan rumah tetap bagi korban banjir, pemulihan infrastruktur pertanian termasuk Bendungan Krueng Pase, peningkatan pelayanan kesehatan melalui otonomi puskesmas, pengadaan traktor dan sarana pertanian gratis, hingga peningkatan kesejahteraan aparatur gampong, guru dayah, dan tenaga pendidik.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana memberikan kendaraan operasional berupa sepeda motor kepada imam desa di Aceh Utara setelah Hari Raya Idul Adha tahun ini.

“InsyaAllah setelah Idul Adha, pada triwulan kedua, para imam desa akan diberikan kendaraan operasional untuk menunjang tugas pelayanan di masing-masing gampong,” katanya.

Dalam dialog tersebut, para wartawan turut menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari kendala pembebasan lahan, penyaluran bantuan sosial, abrasi pantai di sejumlah wilayah pesisir, hingga kesiapsiagaan menghadapi musim bencana.

Menanggapi hal itu, Ayah Wa meminta kepala dinas terkait mencatat seluruh masukan dan segera menindaklanjutinya.

Terkait penanganan pascabanjir, ia memastikan pemerintah terus melakukan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk penyelesaian bantuan hunian dan dana bantuan bagi korban terdampak banjir.

“Kami akan terus melakukan rehab rekon. Seluruh kebutuhan pascabanjir, mulai dari hunian hingga pembayaran dana bantuan banjir, akan diselesaikan dalam waktu dekat agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pencairan bantuan masih terkendala kelengkapan administrasi dari sejumlah kecamatan terdampak banjir. Selain itu, pembayaran bantuan dilakukan langsung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan, sedangkan pemerintah daerah bertugas mengajukan data warga terdampak.

Dalam kesempatan itu, insan pers juga menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam membangun komunikasi dengan media.

Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin agar komunikasi antara pemerintah dan wartawan tetap terjalin baik, sehingga berbagai program pembangunan daerah dapat diketahui dan dipahami masyarakat secara luas.[]