Ibu-Ibu Blang Cruem Olah Sampah Dapur jadi Eco-Enzyme, Dapat Ilmu dan Peluang Usaha

Ibu-Ibu Blang Cruem Olah Sampah Dapur jadi Eco-Enzyme, Dapat Ilmu dan Peluang Usaha
Antusiasme tinggi tampak pada para ibu di Desa Blang Cruem, Lhokseumawe, saat mengikuti pelatihan pembuatan Eco-Enzyme yang diselenggarakan oleh Dosen Universitas Malikussaleh bersama LBK Keumalahayati (19-21/08/2025)

LHOKSEUMAWE – Puluhan ibu-ibu di Desa Blang Cruem, Lhokseumawe, tak lagi memandang sebelah mata pada limbah dapur. Dalam pelatihan intensif selama tiga hari (19-21 Agustus 2025), mereka dengan antusias belajar mengubah sampah organik seperti kulit buah, sisa sayuran, dan dedaunanmenjadi eco-enzyme, cairan serbaguna yang bernilai ekonomi.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar oleh Dosen Universitas Malikussaleh ini berkolaborasi dengan LKB Keumalahayati, sebuah lembaga yang fokus pada pemberdayaan perempuan. Tidak hanya sekadar teori, para peserta langsung turun tangan mempraktikkan proses fermentasi hingga pengemasan produk.

“Kegiatan ini sangat aplikatif. Ibu-ibu bisa langsung mempraktikkan ilmu yang diberikan di rumah masing-masing. Dari yang awalnya sampah, bisa jadi pembersih alami, pupuk, bahkan bisa dijual untuk menambah penghasilan keluarga,” ujar salah satu anggota tim pengabdian.

Harapan yang sama disampaikan oleh perwakilan LBK Keumalahayati. “Ini adalah bentuk nyata ekonomi sirkular. Perempuan, yang sering menjadi pengelola rumah tangga, kini punya peran ganda: sebagai garda terdepan pelestarian lingkungan dan motor penggerak ekonomi keluarga,” jelasnya.

Antusiasme peserta dan pemerintah desa terlihat jelas. Ibu Keuchik Desa Blang Cruem menyambut baik inisiatif ini. “Kami berterima kasih atas program yang sangat bermanfaat ini. Skill baru ini membuka mata kita semua bahwa dari sesuatu yang dianggap tidak berguna, kita bisa menciptakan peluang,” ujarnya.

Melalui program berkelanjutan ini, kolaborasi antara akademisi dan komunitas diharapkan mampu menciptakan dampak jangka panjang, mendorong kemandirian ekonomi perempuan desa, dan berkontribusi pada pembangunan yang lebih hijau dan berkelanjutan di tingkat lokal.