Mahasiswa KKN Unimal Tanam Apotek Hidup di Meunasah Cot Keumeuneng

Mahasiswa KKN Unimal Tanam Apotek Hidup di Meunasah Cot Keumeuneng
Kelompok 11 KKN UNIMAL melaksanakan kegiatan penanaman apotek hidup. - Foto : dok. Ist

ACEH UTARA — Mahasiswa Kelompok 11 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Angkatan XXXVII Universitas Malikussaleh melaksanakan kegiatan penanaman apotek hidup di pekarangan Meunasah Gampong Cot Keumeuneng, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu (29–30 Juli 2025). Penanaman dimulai dengan pencampuran tanah biasa dengan tanah pukan (kotoran sapi yang telah terurai), kemudian dimasukkan ke dalam polibag berukuran 3 kilogram, dan ditanami berbagai tanaman obat seperti kencur, kunyit, jahe, dan serai.

Ketua Kelompok 11, Febry Agung Pratama, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman herbal yang mudah dirawat dan memiliki manfaat kesehatan.

“Apotek hidup ini kami tanam di meunasah agar bisa dimanfaatkan bersama, sebagai upaya sederhana untuk mendekatkan masyarakat dengan sumber obat alami,” ujarnya.

Seluruh anggota kelompok terlibat aktif dalam proses persiapan hingga penanaman, termasuk pencarian bambu untuk pagar, pengecatan, pengambilan tanah pukan, pencampuran media tanam, hingga pemindahan bibit ke polibag.

Salah satu anggota, Dimas Aditya, mengatakan bahwa pemilihan tanaman dilakukan berdasarkan kemudahan perawatan dan manfaatnya yang sering dibutuhkan masyarakat. “Tanaman seperti jahe, kunyit, dan kencur tidak hanya berguna untuk pengobatan, tapi juga untuk keperluan dapur,” tuturnya.

Rangga Hermawan, mahasiswa Fakultas Pertanian yang turut dalam kegiatan tersebut, menambahkan bahwa inisiatif ini juga sekaligus memperindah pekarangan meunasah serta memanfaatkan lahan yang selama ini terbengkalai.

Semangat gotong royong tampak dalam kekompakan tim yang bekerja di bawah terik matahari. Para mahasiswa berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengelola lingkungan secara produktif dan berkelanjutan.

Dosen Pembimbing Lapangan, Eva Ayuzar, M.Si., turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. “Kegiatan seperti ini sangat positif karena menggabungkan edukasi, pemberdayaan, dan pelestarian lingkungan. Harapannya, warga dapat terus merawat tanaman ini dan menjadikannya bagian dari keseharian,” ungkapnya.

Program apotek hidup ini diharapkan menjadi model sederhana yang bermanfaat dan dapat direplikasi oleh masyarakat di gampong lainnya.