Komunitas Kuflet Rebut 5 Nominasi Terbaik Ajang Festival Teater Remaja Sumbar

Komunitas Kuflet Rebut 5 Nominasi Terbaik Ajang Festival Teater Remaja Sumbar
Kru Teater ‘Bila Malam Bertambah Malam’ dan para anggota Komunitas Seni Kuflet berfose bersama sesaat setelah penampilannya pada ajang Festival Teater Remaja Se-Sumatera Barat - Foto: Istimewa.  
Komunitas Kuflet Rebut 5 Nominasi Terbaik Ajang Festival Teater Remaja Sumbar
Komunitas Kuflet Rebut 5 Nominasi Terbaik Ajang Festival Teater Remaja Sumbar

PADANG - Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang yang mementaskan naskah lakon ‘Bila Malam Bertambah Malam’ Karya Putu Wijaya yang disutradarai Akram Hakim meraih terbaik tiga dari lima nominasi terbaik pada Festival Teater Remaja (FTR) Se-Sumatera Barat, berlangsung sejak 23 hingga 25 Agustus yang lalu.  

Festival yang dipusatkan di Gedung Kebudayaan Sumatera Barat UPTD Taman Budaya Sumatera Barat selama 3 hari tersebut menampilan pertunjukan sangat alot yang diikuti  11 komunitas teater, diantaranya, Teater Rawang Padang, Komuitas Seni Langit, Komunitas Payung Sumatera, AktorIdea Creativespace, Komunitas Seni Kuflet, UKM Kreasi Kampus STMIK Padang, Teater Langkah FIB Unand, Teater Smansa Padang, UKM Kesenian Proklamator UBH, Teater Balai Bukittinggi, dan Teater Imam Bonjol Padang.

Rizka Lovani Akbar Ketua Umum Komunitas Kuflet mengatakan, tadi malam Sabtu, (27/08), keluarga besar Kuflet menanti dengan harap-harap cemas hasil pengumuman yang diumumkan Dewan Juri Armeynd Syufhasril, Afrizal Harun dan Zelfeni Wimra melalui instagram Taman Budaya Sumatera Barat.

Alhamdulillah Komunitatas Seni Kuflet Padangpanjang melalui performa naskah lakon ‘Bila Malam Bertambah Malam’, karya Putu Wijaya yang disutradarai Akram Hakim meraih terbaik tiga dari lima nominasi terbaik.

“Selamat dan sukses Akram dan tim,” papar sang ketua yang memiliki profesi desainer kepada Marjinal.id via selulernya (28/8).

Sementara itu, Akram Hakim mengatakan, ini pertunjukan teater pertama yang saya garap diluar studi. Garapan ini awalnya sebagai studi dalam perkuliahan penyutradaraan realisme.

“Alhamdulillah ada ivent Festival Teater Remaja Sumatera Barat, saya mengajukan pertunjukan teater ‘Bila Malam Bertambah Malam’, ujar Akram, Mahasiswa Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang, juga aktif bergiat di Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang.

Akram Hakim, sang sutradara memperlihat sejumlah trofi yang diterimanya-Foto: Ist.

Tentunya prestasi ini, sebut Akram, tidak terlepas dari kerja keras, dukungan tim produksi dan artistik serta Komunitas Seni Kuflet, sehingga akhirnya menjadi salah satu dari lima pertunjukan terbaik.

“Terima kasih tak terhingga kepada aktor-aktor yang hebat Ami Tri Sayuti, Ayu Amelia Kuswoyo, serta Regi Fetrodinata,” papar Akram, sang sutradara yang juga penyair itu. 

Dihubungi terpisah, pendiri/penasihat Komunitas Seni Kuflet, Dr. Sulaiman Juned, M.Sn mengatakan, selamat dan sukses atas capaian yang terbaik dalam Festival Teater Remaja Sumatera Barat yang diraih Akram Hakim.

“Dengan harapan janganlah cepat berbesar hati dan terlena mendapat nominasi terbaik. Namun teruslah bekerja dan berproses untuk berlatih agar tetap terjaga konsistensi kualitas karya dimasa mendatang,” paparnya.

Sulaiman menambahkan, Keluarga Besar Kuflet memiliki kebanggaan kepada Akram Hakim yang telah menjadi salah satu sutradara di Kuflet, sebelumnya juga telah muncul sutradara perempuan Soleha Hasanah N.

Selanjutnya, kami ucapkan selamat juga kepada empat komunitas teater yang telah menjadi lima nominasi terbaik dalam tahun tahun ini, yakni Komunitas Payung Sumatera, Teater Balai Bukittinggi, Teater Imam Bonjol, dan Komunitas Seni Langit.

“Semoga Ivent-ivent seperti ini terus digalakkan di Sumatera Barat agar dapat melahirkan sutradara-sutradara muda dan aktor serta aktris berbakat,” pungkas Sulaiman, yang aktif menjabat Ketua Jurusan Seni Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, dan juga aktif dalam aktivitasnya sebagai sutradara dan sastrawan itu. [Nanda AB]