KPA Sagoe Kuta Trieng, Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Yatim

KPA Sagoe Kuta Trieng, Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Yatim
Panglima Sagoe Kuta Triéng Daerah Tgk. Chik Di Paloh Wilayah Kuta Pase Zuri Azhar memberikan santunan kepada anak yatim dalam kegiatan buka puasa bersama - Foto : Razi

LHOKSEUMAWE - Masyarakat dan Komite Peralihan Aceh (KPA) sagoé Kuta Triéng daerah Tgk chik di Paloh wilayah Kuta Pase, menggelar buka puasa dan doa bersama untuk syuhada Aceh sekaligus santuni anak yatim, di Gampông Mon Geudông Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Senin (8/4/24)

“Doa bersama untuk syuhada dan santunan Anak yatim, sebagai bentuk refleski rasa hormat kepada para syuhada dan para pejuang Aceh yang telah mengangkat kembali harkat dan martabat bangsa Aceh,” kata Panglima Sagoé Kuta Triéng KPA Kuta Pase, Zuri Azhar.

Zuri azhar yang akrab di sapa Dek Gam itu mengatakan  tanpa perjuangan rakyat Aceh, mungkin tidak akan ada kegiatan buka puasa bersama apalagi hidup tenang dan damai bersama keluarga. 

"Semoga perdamaian ini bisa kita rawat bersama untuk kelancaran pembangunan dan kesejahteraan rakyat Aceh khususnya masyarakat di sagoé Kuta Triéng (sebagian kecamatan Banda Sakti) yang semakin baik dari hari ke hari,” harapnya.

Ditambahkan, dulu tujuan melakukan perlawanan untuk mendapat keistimewaan bagi rakyat Aceh, sekarang dengan telah adanya perjanjian damai MoU Helsinki maka Agam mengajak masyarakat untuk bersama-sama memakmurkan kesejahteraan rakyat dengan meningkatkan sumber daya manusia. 

Hadir juga dalam acara tersebut  Saiful Bahri alias Pon Yaya, mantan Ketua DPR Aceh dari Partai Aceh. 

Pada kesempatan yang sama Pon Yaya mengharapkan agar Ramadhan ini, dapat menjadi renungan, bagaimana  pengorbanan GAM untuk rakyat Aceh dalam memperjuangkan martabat rakyat Aceh hingga masa perdamaian  seperti sekarang ini. 

Dek GAM  mengatakan, selama ini KPA Kuta Pase melalui  sagoé Kuta Triéng  sangat peduli pada masyarakat, khususnya anak yatim, janda konflik, masyarakat kurang mampu bahkan keluarga GAM yang telah syahid saat konflik Acèh. [Razi/R25]