35 Hari Pascabanjir, Mendagri Tinjau Langsung Dampak Banjir Bandang di Aceh Utara
Aceh Utara - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian akhirnya meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Gampong Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (30/12/25), atau 35 hari setelah bencana terjadi.
Kunjungan tersebut sempat tertunda sehari sebelumnya akibat agenda nasional yang mendesak. Setibanya di lokasi, Mendagri menyaksikan langsung dampak kehancuran banjir bandang yang masih membekas, mulai dari rumah warga yang dipenuhi lumpur kering hingga tumpukan kayu besar di badan sungai akibat derasnya arus air bah.
Dalam peninjauan itu, Tito didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil, Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali, jajaran BNPB, serta unsur Forkopimda. Mendagri menyusuri sejumlah titik terparah dan berdialog langsung dengan warga yang mengeluhkan kerusakan rumah, gagal tanam sawah, serta akses jalan yang terputus.
Tito Karnavian menilai banjir di Aceh Utara tergolong ekstrem, dengan ketinggian air dilaporkan mencapai atap rumah warga. Selain merusak permukiman, banjir juga melumpuhkan jaringan irigasi pertanian yang berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat.
Terkait banyaknya kayu besar yang terbawa arus banjir, Mendagri meminta semua pihak tidak berspekulasi dan menegaskan pentingnya penilaian berbasis data lapangan yang objektif, mengingat kuatnya arus banjir bandang mampu mencabut pohon hingga ke akarnya.
Pemerintah pusat, kata Tito, berkomitmen memastikan kehadiran negara dalam penanganan bencana. BNPB telah menyalurkan bantuan darurat, menyediakan tenda pengungsian, serta mendorong percepatan pemulihan pascabencana.
Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI Asep Dedi Darmadi menyampaikan bahwa pembangunan hunian sementara akan segera direalisasikan, dengan pendataan kerusakan rumah warga telah dilakukan sebagai dasar penyaluran bantuan lanjutan.[]

