Banjir Rusak 212 Dayah di Aceh Utara, Aktivitas Pengajian Belum Normal

Banjir Rusak 212 Dayah di Aceh Utara, Aktivitas Pengajian Belum Normal
upati Aceh Utara Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa turun menemui korban banjir di pedalaman Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Banjir Rusak 212 Dayah di Aceh Utara, Aktivitas Pengajian Belum Normal, https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1001627/banjir-rusak-212-dayah-di-aceh-utara-aktivitas-pengajian-belum-normal. Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi. - Foto : Dok. ist

ACEH UTARA – Banjir yang melanda 26 dari 27 kecamatan di Aceh Utara menyebabkan kerusakan serius pada sarana pendidikan keagamaan. Berdasarkan pendataan Dinas Pendidikan Dayah, Senin (8/12/25), sebanyak 212 dayah atau pesantren dilaporkan terdampak.

Dari jumlah tersebut, 9 dayah mengalami kerusakan berat, 196 rusak sedang, dan 7 lainnya rusak ringan.
“Kerusakan meliputi berbagai fasilitas utama penunjang kegiatan belajar mengajar santri,” ujar Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil SE MM, Senin (8/12/2025).

Selain ruang belajar, sejumlah fasilitas pendukung seperti gedung, balai pengajian, asrama santri, mobil operasional, hingga sarana pendukung lainnya juga terdampak banjir. Di beberapa lokasi, air dan lumpur masih menggenang sehingga aktivitas pendidikan belum dapat berjalan normal.

Kerusakan paling berat terjadi pada dayah yang masuk kategori rusak berat. Bangunan utama dilaporkan roboh, perabot belajar hanyut, dan kitab-kitab santri rusak akibat terendam air. Sementara pada kategori rusak sedang, bangunan memang masih berdiri, namun dinding, lantai, serta perlengkapan belajar mengalami kerusakan cukup parah.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Pendidikan Dayah saat ini terus melakukan pendataan lanjutan dan memetakan kebutuhan mendesak untuk penanganan darurat. Termasuk di dalamnya kebutuhan logistik santri, pembersihan lumpur, serta rencana rehabilitasi bangunan.

Mengganggu Pendidikan Ribuan Santri

Banjir yang terjadi sejak akhir November 2025 ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu proses pendidikan ribuan santri di berbagai dayah yang terdampak.

Bupati berharap dukungan dari semua pihak agar proses pemulihan dapat dipercepat sehingga kegiatan pengajian dan pembelajaran di dayah bisa kembali berjalan.

“Mereka anak-anak kita harus segera kembali mendapatkan pendidikan, dapat mengaji lagi. Sudah lebih dari dua pekan mereka tidak bisa belajar,” ujarnya. []