Belajar Arti Perjuangan dan Kebersamaan di Balik Kompetisi Moot Court Fakultas Hukum
LHOKSEUMAWE — Suasana lega dan bahagia terpancar dari wajah lima belas mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh usai menuntaskan Kompetisi Moot Court (Peradilan Semu) yang diselenggarakan oleh Komunitas Peradilan Semu (KPS) Fakultas Hukum di Bale Reusam, Senin (27/10/25). Setelah berminggu-minggu menjalani proses persiapan yang panjang dan melelahkan, akhirnya seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan dengan lancar.
Perjalanan menuju ajang ini bukanlah hal yang mudah. Para peserta harus melalui proses penyusunan berkas perkara, pembagian peran dalam simulasi persidangan, hingga latihan intens menjelang hari pelaksanaan. Di tengah kesibukan dan tekanan, muncul berbagai dinamika dalam tim, mulai dari perbedaan semangat, jadwal yang bentrok, hingga rasa lelah yang kerap datang menghampiri.
Namun di balik semua tantangan tersebut, terdapat dua sosok penting yang menjadi kunci keberhasilan tim: Alvian Pratama Rezky dan Okka Aditia, selaku mentor sekaligus pembimbing utama. Dengan penuh kesabaran dan dedikasi, keduanya mendampingi tim sejak tahap awal persiapan hingga hari pelaksanaan, membantu penyusunan berkas perkara, dan memberikan arahan teknis dalam setiap sesi latihan persidangan.
“Bang Alvian dan Bang Okka bukan hanya sekadar pembimbing, tapi juga motivator yang selalu menanamkan semangat kepada kami. Tanpa mereka, mungkin kami tidak akan bisa sampai sejauh ini,” ujar salah satu peserta dengan penuh rasa syukur.
Kini, setelah kompetisi berakhir, para peserta merasakan kelegaan yang luar biasa. Semua kerja keras, kegelisahan, dan kebingungan selama proses persiapan seolah terbayar lunas. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, kegiatan Moot Court ini menjadi pengalaman berharga tentang arti perjuangan, tanggung jawab, dan kebersamaan.
“Bagi kami, Moot Court bukan sekadar lomba. Ini tentang proses bagaimana kami belajar menghadapi tantangan, saling memahami, dan tumbuh bersama. Terima kasih kepada mentor kami yang luar biasa, Bang Alvian dan Bang Okka, serta seluruh anggota tim yang telah berjuang sampai akhir,” ungkap salah satu anggota tim dengan senyum lega.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kolaborasi, disiplin, dan kebersamaan yang telah terjalin dapat terus terpelihara. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa hukum untuk menghadapi tantangan akademik dan profesional di masa mendatang.

