Mahasiswa KKN-T Kelompok 25 Unimal Melakukan Pengujian Briket di Desa Blang Naleung Mameh

Mahasiswa KKN-T Kelompok 25 Unimal Melakukan Pengujian Briket di Desa Blang Naleung Mameh

Lhokseumawe - Kurangnya pemanfaatan Daun kering di Gampong Blang Naleung Mameh, Menggerakkan mahasiswa KKN Tematik Kelompok 25 untuk memanfaatkan Dedaunan yang kering sehingga menambah Kreatifitas masyarakat .

Pegujian pertama ini dimulai dengan cara melihat kadar abu yang berkualitas sehingga menghasilkan abu sesuai dengan standart yang diinginkan ,yang diuji oleh Nabiila Fhajaristantya. Dikarenakan berbagai jenis daun sehingga membuat nabiila melakukan pengujian .

Pengujian kedua dilihat dari bahan perekatnya,sehingga Mustaqim memilih bahan perekat yang berkualitas ,sehingga mustaqim memilih tepung tapioka dibandingkan dengan tepung sagu  karena tepung tapioka tidak ancur.

Pengujian ketiga yaitu volatile matter yang dilakukan oleh Lusina dabutar yang menguji kandungan zat terbang dalam briket yang dihasilkan,sehingga berperngaruh terhadap kesempurnaan pembakaran dan nyala api yang dihasilkan.

Pengujian terakhir dilihat dari segi pembakarannya, kualitas yang baik dilihat dari nilai kalor yang tinggi pada briket dengan perekat sedikit akan mempercepat proses pembakaran, akan tetapi kadar abu yang tinggi mempersulit proses penyalaan awal didukung dengan rendahnya nilai volatile matter yang akan membuat briket sulit terbakar dan menyalah, karena  begitu sulitnya Miftha Huljanna coba menganalisis dan menguji pembakaran briket.

Setelah kurang lebih dari 3 hari,pengujian selesai dan siap untuk digunakan. Pengujian dilakukan oleh mahasiswa KKNT kelompok 25 yang kemudian hasil pengujian tersebut dibikin sosialisasi di Gampong Blang Naleung Mameh,yang terdiri dari 4 dusun yang mengikuti.

Kelompok 25 KKN Tematik Unimal ini beranggotakan 29 orang yang berasal dari berbagai fakultas yang ada di Universitas Malikussaleh.