Pengurus Komite Seni Budaya Nusantara Aceh Dikukuhkan

BANDA ACEH - Sulaiman SE resmi dikukuhkan sebagai Ketua Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Aceh periode 2022-2027. Ia bersama rekan-rekannya dilantik langsung oleh Ketua Umum KSBN Pusat Mayjen TNI (Purn) Drs. Hendardji Soepanji, SH di Gedung UCC K.H Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah (UNMUHA) Banda Aceh, Jumat (29/7) malam.
Ketua KSBN Aceh, Sulaiman SE. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas amanah yang diberikannya.
"Pada kesempatan ini, izinkan saya mengucapkan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un atas jabatan dan amanah yang diberikan sebagai ketua KSBN Provinsi Aceh periode 2022-2027," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Marjinal.id (30/7).
Sulaiman SE yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh ini menyampaikan, jabatan itu adalah anugerah yang diberikan oleh Allah SWT atas dasar amanah atau kepercayaan untuk memimpin KSBN Aceh satu periode kedepan.
Namun, tambahnya, jika kepercayaan tersebut tidak mampu dijalankan dengan baik, sesuai dengan amanah yang telah diberikan, maka jabatan tersebut menjadi musibah yang harus ia pertanggungjawabkan tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat kelak.
Ia meminta berharap kepada para pengurus KSBN Provinsi Aceh, para tokoh seni dan budaya Aceh untuk membantunya dalam menjalankan roda organisasi kepengurusan KSBN Aceh selama satu periode ke depan.
"Berbicara seni dan budaya, khususnya Aceh, saya bukanlah ahli yang begitu paham tentang seni dan budaya Aceh, terlebih saat kita berbicara seni dan budaya nusantara yang begitu luas cakupannya. Diantara kita yang hadir pada malam hari ini, bapak/ibulah yang paling paham tentang itu semua," harapnya.
Oleh karenanya, tambah Sulaiman SE, maka sangat mustahil bagi dirinya untuk dapat menjalankan amanah ini dengan sebagaimana mestinya. Menurutnya, KSBN Aceh itu terlahir dalam satu wadah persatuan dimana menjadi tempat mendiskusikan berbagai sudut pandang. Mulai dari pemikiran, ide-ide segar yang penuh dengan kreatifitas, tempat menuangkan cinta, rasa dan karsa dalam bentuk karya dalam berbagai corak dan rupa. Di KSBN ini, dipersatukan dari berbagai latar belakang, dengan wujud sebagai pelaku seni dan budaya.
Foto bersama setelah pelantikan dan pengukuhan Ketua KSBN Aceh - Foto: Ist
Ia menambahkan, saat ini banyak sekali dimensi seni yang berkembang, seperti seni tari, seni musik, seni rupa, seni sastra, dan seni teater. Pasalnya, selama ini acap berjalan dengan sendiri-sendirinya, bahkan kadang diantara sesama pelaku seni saja tidak saling mengenal karena beda cabang seni yang digeluti.
“Dengan hadirnya KSBN, kita bertekad untuk dapat terciptanya sinergisitas antar pelaku seni dan budaya dari berbagai dimensi. Visi kita jelas, bagaimana seni dan budaya nusantara, khususnya Aceh dapat terus terjaga, terawat dan tentunya berwibawa. Karena seni dan budaya merupakan identitas bangsa yang harus kita jaga dan rawat bersama," pungkasnya.
Pada pengukuhan ini, turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, AlMuniza Kamal dan para tokoh seni dan budaya serta para undangan lainnya. [Nanda AB]