Wali Kota Lhokseumawe Audiensi dengan Menkes Dorong Pembangunan RSU
JAKARTA – Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, bersama Sekretaris Daerah A. Haris dan jajaran Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, mengadakan pertemuan dengan Menteri Kesehatan RI, Budi G. Sadikin, di ruang kerja Menkes, Jakarta, Jumat (8/8/25). Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) di Kota Lhokseumawe.
Dalam presentasinya, Dr. Sayuti mengungkapkan bahwa Lhokseumawe merupakan satu-satunya daerah di Aceh yang belum memiliki rumah sakit umum daerah. Padahal, berdasarkan data tahun 2024, jumlah penduduk telah mencapai 198.705 jiwa. Menurutnya, kondisi ini membutuhkan perhatian khusus karena kebutuhan layanan kesehatan terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Selama ini warga kami yang membutuhkan perawatan rujukan harus ke daerah tetangga. Hal itu menghabiskan waktu, biaya, dan berisiko bagi pasien yang sedang dalam keadaan kritis. Adanya RSU akan memotong hambatan tersebut dan memperkuat layanan kesehatan di wilayah kami,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan RSU bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Pemerintah Kota telah menyiapkan lahan, desain bangunan, serta rencana penyediaan tenaga medis dan fasilitas pendukung.
“Kami merancang rumah sakit yang modern, mudah diakses masyarakat, dan menjadi pusat layanan unggulan di kawasan utara Aceh,” ujarnya.
Sayuti juga menyampaikan rencana pemanfaatan aset Rumah Sakit Arun yang saat ini berada di bawah pengelolaan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Pemko, kata dia, telah menjalin koordinasi dengan LMAN agar aset tersebut dapat dioptimalkan.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Budi menyatakan dukungannya dan menegaskan bahwa pemerataan fasilitas rumah sakit di seluruh kabupaten/kota merupakan salah satu fokus pemerintah, sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan itu, Wali Kota menyerahkan dokumen resmi usulan pembangunan RSU Kota Lhokseumawe untuk dikaji lebih lanjut. Lahan yang disiapkan berlokasi di Jl. Tgk. Ahmad Kandang, Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, dengan luas 31.551 meter persegi.

