12 Sekolah di Aceh Utara Raih Penghargaan Adiwiyata 2025
LHOKSUKON - Sebanyak 12 sekolah di Kabupaten Aceh Utara berhasil meraih penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata tahun 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen sekolah dalam mengembangkan budaya peduli lingkungan melalui Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS).
Penyerahan penghargaan berlangsung usai upacara peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-66 di Lapangan Landing, Lhoksukon, Selasa (2/9/25). Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Utara dan turut disaksikan Wakil Bupati, Sekda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara.
Tahun ini, sembilan sekolah dasar menerima penghargaan, yaitu SDN 3 Muara Batu, SDN 13 Sawang, SDN 3 Dewantara, SDN 12 Samudera, SDN 2 Tanah Jambo Aye, SDN 1 Samudera, SDN 8 Cot Girek, SDN 9 Dewantara, dan SDN 13 Samudera. Sementara untuk tingkat SMP, tiga sekolah yang terpilih adalah SMPN 1 Simpang Kramat, SMPN 1 Dewantara, dan SMPN 1 Samudera.
Kepala DLHK Aceh Utara, Saifullah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada sekolah-sekolah yang konsisten melaksanakan program GPBLHS dengan baik.
“Mereka tidak hanya menjaga kebersihan dan sanitasi sekolah, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai peduli lingkungan ke dalam pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, hingga pembentukan karakter siswa,” ujarnya.
Selain itu, sekolah penerima penghargaan juga aktif mengelola sampah berbasis prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), melakukan penghijauan dengan menanam pohon, menerapkan konservasi air dan energi, serta melibatkan masyarakat sekitar dalam gerakan peduli lingkungan.
Saifullah menekankan bahwa Adiwiyata bukanlah kompetisi, melainkan pengakuan terhadap sekolah yang berhasil membangun budaya cinta lingkungan secara menyeluruh. “Kami berharap 12 sekolah ini menjadi teladan sekaligus pemicu semangat bagi sekolah lain di Aceh Utara,” tambahnya.
Program Adiwiyata di Aceh Utara juga mendapat dukungan dari berbagai mitra, seperti PT PGE, IBAS, SAP, dan PT PIM, melalui piagam penghargaan, bantuan bibit produktif, hingga dana pembinaan.
Dengan capaian ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menilai adanya perkembangan positif dalam gerakan peduli lingkungan di sekolah. Ke depan, Pemkab berkomitmen memperluas pembinaan agar semakin banyak sekolah mampu meraih penghargaan Adiwiyata, sehingga budaya ramah lingkungan benar-benar mengakar dalam dunia pendidikan.

