Mahasiswa Unimal Ikut Ambil Bagian dalam KKN Internasional: Bersinergi dalam Membangun Desa Wisata Berkelanjutan

Mahasiswa Unimal Ikut Ambil Bagian dalam KKN Internasional: Bersinergi dalam Membangun Desa Wisata Berkelanjutan
Dr.Muhammad Fikry (Tanpa Almamater) bersama lima mahasiswa Universitas Malikussaleh yang mengikuti KKN Internasional di Lampung. Foto: Dok. Ist.

LHOKSEUMAWE , (20/0725)– Institut Teknologi Sumatera (Itera) kembali menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Onsite Course, sebuah program pengabdian lintas negara yang berlangsung mulai 21 Juli hingga 23 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 213 mahasiswa, yang terdiri dari 177 peserta dari berbagai PTN wilayah barat Indonesia serta 36 mahasiswa internasional dari Yaman, Myanmar, Nigeria, Palestina, Malaysia, dan Thailand.

KKN Internasional kali ini mengusung tema “Developing Educotourism Villages for Climate Change Mitigation”, yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun desa wisata edukatif berbasis lingkungan sebagai solusi mitigasi perubahan iklim. Mahasiswa akan ditempatkan di berbagai titik di Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, untuk merancang serta menjalankan program-program pengabdian yang berkaitan dengan edukasi, pelestarian alam, dan pemberdayaan komunitas lokal.

Salah satu perguruan tinggi yang turut serta dalam program ini adalah Universitas Malikussaleh (Unimal). Dari kampus yang berbasis di Aceh Utara tersebut, lima mahasiswa terbaik terpilih setelah melalui seleksi yang ketat dan kompetitif. Mereka adalah:

  1. Najla Rihadatul Aisy (Ilmu Politik)
  2. Kamila Mazaya Balqis (Fakultas Kedokteran)
  3. Sri Fadila (Teknik Kimia)
  4. Ihwal Faiz (Agribisnis)
  5. Nazwa Salsabila (Ilmu Hukum)

Menurut Dr. Muhammad Fikry, Sekretaris LPPM Unimal, proses seleksi mempertimbangkan prestasi akademik, kemampuan bahasa Inggris, serta komitmen terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. “Ini bukan sekadar program pengabdian biasa, tapi juga ajang untuk berinteraksi secara global. Mahasiswa dituntut mampu berkolaborasi dan berkomunikasi lintas budaya,” ungkapnya.

Kegiatan ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar transformatif melalui pendekatan langsung di lapangan, serta memperkuat nilai-nilai kepedulian terhadap tantangan global. Mahasiswa tidak hanya akan bersentuhan langsung dengan masyarakat, tetapi juga bekerja dalam tim multinasional, membuka ruang pertukaran ide, dan memperluas cakrawala berpikir mereka.

Keikutsertaan Unimal dalam program KKN Internasional ini menjadi bukti komitmen perguruan tinggi tersebut dalam mendorong mahasiswa menjadi warga dunia yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing tinggi, terutama dalam menjawab isu-isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.