Danlanal Lhokseumawe Baru Disambut Meriah, Kajari Aceh Utara Dilepas Penuh Kesan
ACEH UTARA– Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai Pendopo Bupati Aceh Utara saat Pemerintah Kabupaten menggelar prosesi peusijuek (tepung tawar) untuk menyambut Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe yang baru, Letkol Marinir Bondan Wahyu Adi, M.Tr.Opsla, Senin malam (8/9).
Prosesi adat itu dipimpin langsung Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, S.I.Kom, dan dirangkaikan dengan malam perpisahan Teuku Muzafar, SH, MH, yang telah menuntaskan masa tugasnya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Utara.
Acara dimulai dengan jamuan makan malam yang dihadiri Sekda Aceh Utara Dr. A. Murtala, M.Si., jajaran Forkopimda Lhokseumawe, kepala OPD, camat, unsur TNI/Polri, hingga tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menambah khidmat suasana malam itu.
Dalam sambutannya, Teuku Muzafar membagikan kesan mendalam selama dua tahun bertugas di Aceh Utara. Ia menyoroti kuatnya kolaborasi lintas sektor, termasuk upaya melanjutkan pembangunan Monumen Samudera Pasai yang sarat nilai sejarah Islam. Ia juga berharap event budaya seperti Aceh Perkusi dapat terus digelar sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Penyambutan Letkol Bondan ditandai dengan prosesi peusijuek oleh tokoh adat serta pemasangan kupiyah meukutop khas Aceh oleh Wakil Bupati Tarmizi. Di kesempatan yang sama, para pejabat Aceh Utara dan Lhokseumawe menyerahkan cendera mata sebagai bentuk penghargaan kepada Teuku Muzafar.
Letkol Bondan dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah. “Kami siap menjalankan tugas di Aceh Utara khususnya, dan Aceh pada umumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tarmizi atau akrab disapa Bang Panyang, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Teuku Muzafar sekaligus ucapan selamat datang untuk Danlanal baru. Ia menekankan pentingnya sinergi Pemkab dengan TNI/Polri yang selama ini terbukti melalui beragam kerja sama, mulai dari pengamanan laut, HUT RI ke-80, hingga program ketahanan pangan.
"Aceh Utara memiliki 27 kecamatan, 70 mukim, dan 852 gampong dengan hampir 650 ribu jiwa penduduk. Ditambah garis laut terpanjang di Provinsi Aceh, kami sangat berharap dukungan penuh dari jajaran TNI AL di bawah kepemimpinan Danlanal yang baru,” pungkasnya. [Naprilna]

