Desa Lhok Gunci Aceh Utara Lenyap, Berubah Menjadi Alur Sungai Baru

Desa Lhok Gunci Aceh Utara Lenyap, Berubah Menjadi Alur Sungai Baru
Kondisi kawasan Desa Lhok Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara yang hilang disapu banjir bandang. - Foto : Dok. Ist

Aceh Utara — Gampong Lhok Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, kini nyaris lenyap setelah diterjang banjir bandang. Permukiman yang sebelumnya dihuni puluhan keluarga tersebut berubah menjadi alur sungai baru akibat derasnya arus banjir yang menggerus daratan.

Sebanyak 85 kepala keluarga (KK) dari desa tersebut terpaksa mengungsi ke Desa Paya Rubek. Seluruh rumah warga dilaporkan hilang tak berbekas. “Sebanyak 85 KK kini mengungsi di meunasah karena rumah mereka sudah tidak tersisa. Lokasi desa itu sekarang telah menjadi alur sungai baru,” ujar Ketua TP-PKK Aceh, Marlina Muzakir, saat mengunjungi pengungsian, Selasa (23/12/25).

Berdasarkan keterangan warga, sebelum bencana terjadi, jarak rumah penduduk dengan bibir sungai berkisar antara 70 hingga 150 meter. Namun banjir bandang yang datang secara tiba-tiba menggerus daratan, memindahkan alur sungai, serta menghapus permukiman dan kebun warga.

Tak hanya rumah, sejumlah makam warga juga dilaporkan ikut tergerus arus banjir. Sebagian pusara terpaksa direlokasi karena terbongkar akibat derasnya aliran air.

Di lokasi pengungsian, Marlina berdialog langsung dengan warga terdampak dan memberikan perhatian khusus kepada anak-anak. Ia juga meninjau ketersediaan layanan kesehatan bagi para pengungsi.

“Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta ibu hamil dan menyusui harus menjadi prioritas. Pastikan kebutuhan kesehatan dan obat-obatan tersedia, dan segera laporkan jika stok menipis,” ujarnya.

Salah seorang pengungsi, Yusri (39), menceritakan detik-detik banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Ia mengaku sempat terpisah beberapa meter dari anaknya yang masih bayi akibat derasnya arus.

“Air datang sangat cepat dan kuat. Alhamdulillah, keluarga saya selamat. Setelah itu saya ikut menyisir lokasi dan membantu evakuasi warga lain. Total ada 26 orang yang berhasil kami selamatkan,” tutur Yusri.

Setelah air surut, Yusri mendapati rumah dan tapak tanah miliknya telah hilang. Yang tersisa hanyalah alur sungai baru di bekas kampung mereka.

Marlina menambahkan, warga Gampong Lhok Gunci kembali menerima bantuan logistik. Bantuan tersebut telah disalurkan pada Senin (22/12/25) malam ke Desa Paya Rubek yang kini menjadi lokasi pengungsian warga terdampak banjir bandang.[]