Hari ke-11, Titik Pengungsi Korban Banjir di Aceh Utara Capai 447 Lokasi

Hari ke-11, Titik Pengungsi Korban Banjir di Aceh Utara Capai 447 Lokasi
Rumah dan pagar rumah sekolah serta bangunan lainnya porak-poranda di Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara ekses dampak banjir yang melanda kawasan tersebut. - Foto : Dok. Ist

Aceh Utara – Memasuki hari ke-11 bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara, jumlah titik pengungsian terus bertambah dan kini mencapai 447 lokasi. Data tersebut bersumber dari laporan resmi Pusat Informasi Posko Bencana Banjir BPBD Aceh Utara per 2 Desember 2025 pukul 18.00 WIB.

Lonjakan titik pengungsi ini menunjukkan betapa luasnya dampak banjir yang hingga kini masih melanda sejumlah kecamatan. Sebanyak 56.638 KK atau 163.985 jiwa tercatat terdampak langsung akibat rumah terendam banjir, sementara warga yang harus mengungsi mencapai 115.018 jiwa.

Meski terdapat kekeliruan penulisan angka pada papan informasi terkait jumlah KK pengungsi, total jumlah jiwa tetap menggambarkan skala bencana yang sangat besar.

Bencana yang berlangsung sejak 22 November 2025 ini juga memakan korban jiwa. Hingga hari ke-11, tercatat 112 orang meninggal dunia, sementara 118 lainnya masih hilang. Tim gabungan terus melakukan pencarian, dan dua warga dilaporkan mengalami luka-luka.

Kelompok rentan ikut menjadi bagian dari penyintas banjir, terdiri dari 198 ibu hamil, 1.251 balita, 1.687 lansia, serta 58 penyandang disabilitas. Seluruhnya kini membutuhkan penanganan khusus di berbagai titik pengungsian.

Kerusakan pada permukiman warga pun cukup parah. Sebanyak 34.526 unit rumah dilaporkan terendam, sementara jumlah rumah yang hilang masih dalam proses pendataan.

“Jumlah rumah yang hilang masih dalam pendataan,” kata Plt Sekda Aceh Utara, Jamaluddin MPd, Selasa (2/12/25).

Banjir juga merusak sektor pertanian dan perikanan, meliputi 12.782 hektare sawah dan 10.653 hektare tambak, yang diperkirakan berdampak terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Fasilitas publik ikut terdampak berat. Tercatat 106 gedung kantor, 36 jembatan, dan 57 titik tanggul rusak. Sebanyak 48 ruas jalan juga tidak dapat dilalui akibat terjangan banjir.

Sektor pendidikan lumpuh total. Ada 338 sekolah TK/SD/SMP yang terendam, termasuk kerusakan pada alat peraga, laboratorium, meubelair, hingga ribuan buku perpustakaan.

Di sektor kesehatan, 24 puskesmas, 1 rumah sakit, 23 pustu, dan 6 posyandu turut mengalami kerusakan. Selain itu, 81 balai desa, 273 meunasah, dan 43 dayah/pesantren dilaporkan rusak.

Di tengah situasi yang belum stabil ini, bertambahnya titik pengungsi menjadi tanda kuat bahwa kebutuhan tempat aman dan layak bagi penyintas masih sangat mendesak.

Pemkab Aceh Utara bersama TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus melakukan evakuasi, membuka akses jalan, serta menyalurkan bantuan ke berbagai titik pengungsian. Pemerintah juga mengimbau warga tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah Aceh masih berpotensi tinggi. []