Wali Kota Lhokseumawe Tinjau Kesiapan Pembangunan Permanen Sekolah Rakyat

Wali Kota Lhokseumawe Tinjau Kesiapan Pembangunan Permanen Sekolah Rakyat
Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, meninjau lokasi rencana pembangunan permanen Sekolah Rakyat di Gampong Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Senin (30/12/25). - Foto : Dok. Prokopim Setdako Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan permanen Sekolah Rakyat Kota Lhokseumawe di Gampong Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Senin (30/12/25). Sekolah tersebut direncanakan dibangun di atas lahan seluas sekitar 8 hektare.

Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari koordinasi antara Pemerintah Kota Lhokseumawe, Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum, serta konsultan teknis guna memastikan kesiapan lahan, dukungan infrastruktur, dan perencanaan teknis pembangunan gedung sekolah permanen.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota bersama pihak terkait membahas penataan kawasan sekolah, aksesibilitas, dukungan infrastruktur dasar, serta tahapan pelaksanaan pembangunan fisik. Saat ini, proses belajar mengajar Sekolah Rakyat masih berlangsung di lokasi sementara sambil menunggu realisasi pembangunan gedung permanen.

Wali Kota Sayuti Abubakar menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan komitmen pemerintah dalam menghadirkan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi masyarakat.

“Sekolah Rakyat adalah wujud kehadiran negara dalam memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh pendidikan yang layak. Karena itu, kesiapan lokasi dan perencanaan harus benar-benar matang,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar pembangunan gedung sekolah permanen tersebut dapat segera direalisasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Lhokseumawe sebelumnya telah meresmikan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 33 Kota Lhokseumawe pada 8 Oktober 2025, yang saat ini masih beroperasi di lokasi sementara di Komplek Gedung Diklat Gampong Jeulikat.

Program Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan hidup. Seluruh kebutuhan peserta didik, mulai dari pendidikan hingga pembinaan, ditanggung oleh negara.

Pada peninjauan tersebut, Wali Kota turut didampingi Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Bappeda, serta perwakilan Satuan Kerja Kementerian PUPR dan konsultan teknis.[]