Dinas Kesehatan Aceh Utara Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Penyakit Menular hingga ke Pelosok

Dinas Kesehatan Aceh Utara Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Penyakit Menular hingga ke Pelosok
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Samsul Bahri, SKM., MKM.,

ACEH UTARA – Dalam rangka menekan angka penyakit menular yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara terus menggencarkan kegiatan sosialisasi dan edukasi pencegahan penyakit menular. 

Kegiatan ini dilaksanakan secara masif melalui berbagai kanal komunikasi, mulai dari media cetak, elektronik, hingga platform digital. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah seluruh lapisan masyarakat — mulai dari pelajar, kelompok usia produktif, hingga warga di daerah terpencil. 

Edukasi yang diberikan mencakup pencegahan dini terhadap penyakit tuberkulosis (TBC), HIV/AIDS, hepatitis, dan malaria, empat jenis penyakit menular yang masih cukup tinggi tingkat penyebarannya di beberapa wilayah di Aceh Utara.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Jalaluddin, S.KM., MKes, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Samsul Bahri, SKM., MKM., pada Jumat (11/7/2025) menyampaikan bahwa pencegahan penyakit menular tidak cukup hanya mengandalkan petugas kesehatan. Masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam menjaga diri dan lingkungannya dari risiko penularan.

“Kami berkomitmen memperkuat edukasi kesehatan sebagai langkah preventif. Dengan dukungan media cetak, radio lokal, televisi daerah, dan media sosial, kami ingin memastikan informasi tentang bahaya penyakit menular serta cara pencegahannya bisa sampai ke seluruh masyarakat, bahkan hingga ke pelosok desa,” ujar Samsul Bahri.

Dinas Kesehatan menggandeng berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan ini, termasuk media lokal, relawan kesehatan, tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Edukasi dilakukan secara langsung melalui penyebaran leaflet, poster edukatif, hingga siaran talkshow interaktif di radio komunitas dan televisi lokal.

Di ranah digital, informasi disebarkan secara aktif melalui akun resmi Dinas Kesehatan di Facebook, Instagram, dan YouTube, yang menampilkan konten edukatif, testimoni penyintas, serta tips pencegahan penyakit menular.

Empat jenis penyakit yang menjadi fokus utama sosialisasi adalah TBC, HIV/AIDS, hepatitis, dan malaria.
Untuk TBC, masyarakat diajak waspada terhadap gejala batuk lebih dari dua minggu, lemas, dan berkeringat malam. Pemeriksaan dan pengobatan TBC kini sudah tersedia gratis di seluruh Puskesmas.

Edukasi HIV/AIDS menekankan pentingnya hidup sehat tanpa perilaku berisiko seperti gonta-ganti pasangan atau penggunaan jarum suntik secara bergantian. Dinkes juga memfasilitasi layanan konseling dan tes HIV secara rahasia dan sukarela (VCT).

Penyuluhan tentang hepatitis fokus pada pentingnya vaksinasi dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan, khususnya hepatitis B dan C yang dapat menyebabkan kerusakan hati kronis.

Untuk malaria, masyarakat terutama di wilayah endemis diminta rutin menggunakan kelambu, menjaga kebersihan rumah, serta menghindari genangan air tempat nyamuk berkembang biak.

Menurut Samsul Bahri, tujuan utama dari seluruh kegiatan ini adalah mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap pencegahan penyakit dan tidak lagi menyepelekan gejalanya.

“Ketika masyarakat sadar dan tahu cara mencegah penyakit menular, maka risiko penyebarannya akan menurun drastis. Kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai penularan,” tegasnya.

Dinkes Aceh Utara juga mendorong peran aktif tokoh masyarakat, guru, pemuda, dan kader Posyandu sebagai ujung tombak dalam menyebarkan informasi hingga ke tingkat keluarga. 

Melalui edukasi berbasis sekolah dan pelatihan kader desa, diharapkan informasi dapat diterima lebih mudah dan cepat. Program ini tidak berhenti pada satu waktu. Dinas Kesehatan telah merancang pendekatan edukasi yang berkelanjutan dan inovatif, termasuk pengembangan konten video edukatif dan modul pembelajaran kesehatan untuk sekolah.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Jalaluddin, menegaskan bahwa pencegahan adalah investasi jangka panjang dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

“Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Upaya ini membutuhkan kolaborasi semua pihak — bukan hanya Dinas Kesehatan, tapi juga masyarakat, sekolah, dan lembaga sosial,” ujarnya.

Dengan semangat gotong royong dan dukungan lintas sektor, Pemkab Aceh Utara melalui Dinas Kesehatan optimis dapat menekan angka penyakit menular dan menciptakan masyarakat yang lebih sehat, sadar, dan berdaya dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan.(ADV)