Harimau Sumatera Teror Aceh Timur, Pemkab Desak BKSDA Bertindak!

Harimau Sumatera Teror Aceh Timur, Pemkab Desak BKSDA Bertindak!
Juru Bicara Bupati Aceh Timur Muntasir Ramli - Foto : Dokumen Pribadi

Aceh Timur - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, mendesak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk segera menangani gangguan Harimau Sumatera yang semakin meluas dalam sebulan terakhir. Dalam beberapa pekan terakhir, serangan harimau tercatat terjadi di empat kecamatan, yakni Indra Makmur, Nurussalam, Pante Bidari, dan Peunaron.

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Muntasir Ramli, mengungkapkan bahwa Penjabat Bupati Aceh Timur, Amrullah M Ridha, telah berkoordinasi dengan Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata. "Saat ini, tim BKSDA tengah bekerja dan berupaya dengan memasang dua perangkap harimau di kawasan yang rawan terjadi gangguan," ujar Muntasir.

Serangan harimau terus meningkat sepanjang Januari 2025, dengan lima hewan ternak menjadi korban. Terbaru, dua ekor sapi milik Irfandi (47), warga Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Indra Makmur, dilaporkan tewas diterkam harimau. "Kami menghimbau kepada para peternak agar sementara waktu mengandangkan ternaknya demi mencegah serangan lebih lanjut," tambah Muntasir.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyebutkan bahwa serangan harimau ke pemukiman dan ternak warga disebabkan oleh kerusakan lingkungan yang mengganggu habitat alami harimau, seperti deforestasi yang semakin meluas. "Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan terus berupaya melakukan penataan ruang dengan memperhatikan aspek lingkungan dan perlindungan satwa liar," tegas Muntasir.

Di sisi lain, warga yang tinggal di daerah rawan kini dilaporkan merasa ketakutan dan cemas. Aktivitas luar rumah berkurang, sementara ternak juga tidak lagi dilepaskan ke kawasan hutan dan perkebunan karena khawatir menjadi sasaran harimau.

Dengan meningkatnya kekhawatiran warga dan tingginya frekuensi serangan, penanganan yang lebih cepat dan efektif sangat diharapkan agar keseimbangan antara perlindungan satwa dan keselamatan masyarakat dapat terjaga.