‎Tiga Siswa SD di Aceh Utara Alami Mual dan Mencret Usai Konsumsi Menu MBG

‎Tiga Siswa SD di Aceh Utara Alami Mual dan Mencret Usai Konsumsi Menu MBG
dr Hary Laksamana memantau kondisi murid SD asal Matangkuli yang dirawat usai menyantap menu MBG. - Foto : Dok. Ist

‎Aceh Utara – Tiga murid SD Negeri 6 Matangkuli, Aceh Utara, dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala mual, muntah, hingga mencret usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin (29/9/25) sekitar pukul 10.00 WIB.

‎Dua dari tiga murid tersebut hingga Kamis (2/10/25) malam masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) Aceh Utara, Bukit Rata, Lhokseumawe.

‎Kepala Puskesmas Matangkuli, Nalia Nova, menjelaskan, ketiga murid awalnya dibawa guru ke puskesmas dengan keluhan pusing, mual, muntah, dan mencret.

‎“Satu murid kondisinya membaik setelah observasi beberapa jam, sehingga dipulangkan. Sementara dua lainnya terpaksa dirujuk ke RSU Cut Mutia karena gejalanya tak kunjung membaik,” jelasnya.

‎Pihak RSUCM melalui Humas, dr Harry Laksamana, membenarkan adanya dua pasien anak yang masih dirawat dengan keluhan serupa. Namun ia menegaskan, belum bisa dipastikan apakah gejala tersebut disebabkan oleh keracunan makanan. 

‎“Pemeriksaan darah sudah dilakukan, ada peningkatan sel darah putih. Besok juga dijadwalkan pemeriksaan tinja. Kesimpulan baru bisa diambil setelah hasil medis digabungkan dengan uji sampel makanan,” terangnya.

‎Sementara itu, Kabid P2P Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr Ferianto, menyebutkan gejala mulai muncul sekitar 10 menit setelah murid menyantap MBG. Menu yang dikonsumsi berbeda, ada yang makan nasi putih dengan ayam, ada pula yang menambah tempe.

‎Pihaknya telah mengambil sampel makanan serta muntah untuk diteliti lebih lanjut, dan sampel tersebut telah dikirim ke BPOM serta Labkesda Banda Aceh. 

‎“Saat ini kita masih menunggu hasil resmi, sehingga belum bisa dipastikan penyebab utama sakit yang dialami murid,” pungkasnya. [ ]