Aceh Utara Darurat Hidrometeorologi, Ayahwa Minta Presiden Prabowo Turun Langsung
ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM atau yang akrab disapa Ayahwa, meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk turun langsung meninjau kondisi masyarakat korban bencana hidrometeorologi di Aceh Utara.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul bencana banjir, angin kencang, dan cuaca ekstrem yang melanda 25 dari 27 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara dalam beberapa pekan terakhir. Bencana ini menyebabkan kerusakan luas pada permukiman warga, lahan pertanian, serta fasilitas umum.
“Kami sangat berharap Bapak Presiden Prabowo Subianto berkenan mengunjungi langsung masyarakat korban bencana hidrometeorologi di Aceh Utara. Kehadiran Presiden tentu menjadi perhatian dan motivasi besar bagi masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kehidupan pascabencana,” ujar Ayahwa, Rabu (24/12/25).
Berdasarkan data sementara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara per 24 Desember 2025 pukul 10.00 WIB, sebanyak 124.536 kepala keluarga atau sekitar 433.087 jiwa terdampak bencana. Sebanyak 72.331 unit rumah terendam banjir, 3.474 rumah dilaporkan hilang, 6.234 rumah mengalami rusak berat, 7.972 rumah rusak sedang, dan 20.886 rumah rusak ringan.
Selain itu, sebanyak 67.872 jiwa terpaksa mengungsi di 210 titik pengungsian yang tersebar di sejumlah kecamatan terdampak.
Untuk korban jiwa, tercatat enam orang meninggal dunia dan 2.127 orang mengalami luka-luka. Kelompok rentan yang terdampak meliputi 1.433 ibu hamil, 9.525 balita, 6.895 lansia, serta 513 penyandang disabilitas.
Ayahwa menjelaskan, dampak bencana juga dirasakan pada sektor pertanian dan infrastruktur. Sedikitnya 14.509 hektare sawah dan 10.674 hektare tambak terendam banjir. Selain itu, sebanyak 432 ruas jalan kabupaten, 21 daerah irigasi, 78 titik tanggul sungai, serta 60 unit jembatan mengalami kerusakan. Fasilitas umum lainnya yang terdampak meliputi 154 masjid dan 383 sekolah.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah melakukan berbagai langkah tanggap darurat, mulai dari pendataan korban, penyaluran bantuan logistik, hingga koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Namun, skala kerusakan yang terjadi membutuhkan dukungan lebih besar dari pemerintah pusat.
“Sebagian warga masih mengungsi dan membutuhkan bantuan lanjutan, terutama untuk perbaikan rumah, infrastruktur, serta pemulihan ekonomi masyarakat. Kami berharap pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap Aceh Utara,” katanya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran. Ke depan, upaya mitigasi bencana juga akan diperkuat guna meminimalisir dampak bencana serupa.
Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Utara dipicu oleh curah hujan tinggi disertai angin kencang, yang menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan dan merendam ribuan rumah warga.[]

