Refleksi Wisuda UNIMAL : Momen Alumni dan Kampus untuk Terus Berbenah
"Sebagai insan akademis, bersahabat setia dengan kebenaran menjadi wajib serta tidak bermain mata pada bentuk apa pun dari korupsi, ketidakadilan dan kesewanang-wenangan. Roh idealisme mahasiswa yang berpandangan jernih dan tegar harus dipertahankan agar pendidikan mewujud dalam karakter, bahkan ketika sudah lulus" (Yogi)
Bulan Mei tahun ini menjadi istimewa bagi lulusan UNIMAL. Sebanyak 1.003 lulusan menjalani Wisuda Angkatan 36 Tahun 2025. Hari bahagia itu dilangsungkan selama 2 hari prosesi, yakni tanggal 17 dan 18 Mei lalu, yang bertempat di Auditorium Tgk Abdul Wahab Dahlawy, Kampus Utama Reuleut, Aceh Utara.
Pelaksaan wisuda turut berdampak pada ekonomi masyarakat setempat. Dapat dilihat dari ramainya pedagang hadiah atau bingkisan, makanan dan minuman, hingga fotografer yang menawarkan jasanya untuk mengabadikan momen. Tak hanya itu, papan bunga ucapan selamat juga berjejer sepanjang jalan menuju lokasi wisuda.
Momen wisuda sangat melekat dengan keluarga, terutama orangtua yang merupakan supportsystem dalam memotivasi mahasiswa agar semangat menyelesaikan studi. Suasana menjadi haru karena wisuda mengingatkan perjuangan orangtua bekerja banting tulang, menyekolahkan hingga pendidikan tinggi. Tangis haru dan pelukan hangat turut mewarnai momen ini.
Wisuda menjadi pintu terbukanya awal yang baru. Orientasi wisuda bukan pada selebrasi pesta, melainkan soal apa yang akan dilakukan setelahnya.
Refleksi alumni
Mantan Menkopolhukam Mahfud MD pernah mengungkapkan bahwa banyak koruptor di Indonesia merupakan lulusan perguruan tinggi. “Catatan dari KPK sebanyak 87 persen koruptor di Indonesia itu adalah lulusan perguruan tinggi. Dari jumlah koruptor di Indonesia sebanyak 1.200 orang, dan 87 persen dari itu artinya sebanyak 1.044 orang adalah sarjana”, ungkapnya.
Namun ia melanjutkan sebenarnya perguruan tinggi tidak gagal dalam mencetak alumni yang nasionalis dan antikorupsi. “Jumlah lulusan perguruan tinggi lebih dari 17 juta, sedangkan yang koruptor hanya 1.044. Berarti itu 0,00006 persen, 1 persen saja masih pecah”, kata Mahfud MD dalam orasi ilmiah yang disampaikannya pada Dies Natalis UNIMAL Ke-54, 2023 silam.
Wisuda terasa sangat kerdil jika hanya sebatas perayaan kelulusan. Tentu tidak ada larangan merayakannya. Namun sebagai pengingat, sebaiknya perayaan tak jauh dari ungkapan rasa syukur. Akan lebih bijak jika dimaknai dengan pembenahan diri terus menerus, menginternalisasikan pendidikan yang sudah diraih dalam karakter sehari-hari.
Statement Mahfud MD setidaknya bisa menjadi renungan. Tindakan korupsi bukan dilakukan oleh orang-orang yang tidak terpelajar, justru sebaliknya. Dalam kasus yang lebih kecil dan sederhana sekalipun, perilaku membuang sampah sembarangan juga menjelaskan bahwa mengenyam pendidikan tinggi tidak selalu berbanding lurus pada bertambahnya moralitas.
Lulusan setidaknya harus merefleksikan dua hal. Pertama, pengetahuan dan kompetensi yang terus diasah. Dengan demikian, setidaknya dapat menjadi bekal menghadapi realitas dunia kerja. Kedua, keimanan dan ketakwaan, juga terus dibenahi sebagai bekal spiritual. Lulusan harus memiliki standar etika agar tidak terjerumus pada hasrat kapital yang tak berujung.
Tantangan Dunia Kerja
Pasca lulus merupakan masa yang krusial. Tak jarang lulusan atau fresh graduate mengalami dilema antara bekerja atau melanjutkan kuliah lebih tinggi. Meski tidak sama rata, hal ini umumnya disebabkan karena fresh graduate masih kurang dalam beberapa hal seperti pengalaman, skill, dan relasi. Ini hal yang sangat wajar dan tak perlu berkecil hati. Tentu menjadi tantangan, sebab dunia kerja masa kini sangat dinamis. Evaluasi diperlukan untuk identifikasi kelebihan dan kekurangan diri. Dengan terus berusaha belajar dan membenahi kekurangan, proses pengembangan diri akan meningkatkan kemampuan dan value dalam diri.
Dunia kerja tidak cukup hanya dengan gelar dan ijazah. Dalam sambutan mewakili Ikatan Keluarga Alumni UNIMAL, Tajuddin, S.Sos menyampaikan lebih rinci. “Dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekedar ijazah, tetapi juga karakter, kemampuan beradaptasi, dan semangat kolaborasi”, pesannya saat wisuda berlangsung. Penguasaan kompetensi praktis menjadi keharusan, seperti teknologi informasi dan komunikasi digital dan artificial intelligence (AI). Kemampuan interpersonal yang tak tergantikan oleh mesin juga sangat dibutuhkan, seperti empati, komunikasi, manajemen, dan kerja sama tim.
Para lulusan harus tanggap dan semestinya tidak takut pada maraknya badai PHK yang menerpa ekonomi Indonesia. Memutar otak melihat segala peluang dan kemungkinan yang ada. Setidaknya bukan berdiam diri dan pasrah pada keadaan. Dibutuhkan kreativitas dan daya tahan untuk berani memandang jauh sekaligus merancang masa depan sedini mungkin dengan menetapkan target yang terukur. Fresh graduate harus berdampak dan menyelesaikan masalah, bukan hanya sekedar mengisi ruang lowongan kerja.
Kampus Harus Berbenah
Tidak hanya bagi lulusan, wisuda juga menjadi muhasabah bagi perguruan tinggi. Pencapaian dalam peningkatan kualitas kampus dari berbagai aspek, seperti pelayanan, pendidikan, dan fasilitas serta prestasi di tingkat nasional maupun internasional bukan hal yang final kemudian berhenti. Terindeks-nya salah satu jurnal ilmiah yang dikelola UNIMAL yaitu International Journal of Engineering, Science, and Information Technology (Ijesty) di Scopus, menjadi prestasi terbaru, yang berarti UNIMAL sudah setara dengan kampus di dunia.
Pada tahun 2024 lalu sebanyak 4.183 pelajar telah resmi menjadi mahasiswa baru di UNIMAL. Ini menunjukkan bahwa UNIMAL menjadi pilihan bagi para calon mahasiswa di Indonesia sebagai tempat belajar. Di samping itu daya tampung yang terbuka bagi banyak calon mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah, memberikan kesempatan untuk melanjutkan studi di kampus ini tanpa harus khawatir terkendala biaya pendidikan.
UNIMAL harus merespons perubahan dunia kerja dan industri yang sangat cepat. Aspek kompetensi praktis di bidang teknologi informasi digital dan wirausaha perlu didorong agar terbentuknya talenta muda berkualitas yang tangguh dalam menghadapi dunia kerja. Dengan begitu harapannya tidak menjadi penyuplai angka pengangguran di Indonesia. Sebagai gambaran, persentase jumlah pengangguran di Indonesia menurut Badan Pusat statistik (BPS) per Februari 2025 mencapai angka 4,76%, atau yang setara dengan jumlah 7,28 juta orang.
Menjelang 56 tahun usianya, UNIMAL harus konsisten berpihak pada kebenaran. Fondasi kewajiban mendidik, meneliti, dan mengabdi, harus aplikatif dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan dan tidak terjebak pada komersialisasi pendidikan. Apalagi sampai terseret arus politik praktis. UNIMAL harus berintegritas dalam upaya menghapus dosa besar pendidikan di institusinya; perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi. Dari berbagai aspek, pembenahan harus dilakukan berkelanjutan agar secara nyata memberi kontribusi pada pembangunan nasional dan Aceh pada khususnya.
Lulus dari perguruan tinggi merupakan anugerah sekaligus amanah. Mendapat kesempatan mereguk ilmu pengetahuan, memberi tanggung jawab yang kini ditanggung di pundak. Menjadi lulusan kampus dengan nama besar Sultan Pertama Samudera Pasai; Sultan Malikussaleh, harus mewujud dalam semangat dan harapan yang luhur, cita-cita yang mulia dalam diri para lulusan. Cita-cita agung yang dipertahankan dengan idealisme tinggi serta rasa takzim pada kebenaran dan keadilan.
Sebagai insan akademis, bersahabat setia dengan kebenaran menjadi wajib serta tidak bermain mata pada bentuk apa pun dari korupsi, ketidakadilan dan kesewanang-wenangan. Roh idealisme mahasiswa yang berpandangan jernih dan tegar harus dipertahankan agar pendidikan mewujud dalam karakter, bahkan ketika sudah lulus.
Semoga Allah memberkahi ilmu dan gelar yang disandang, menguatkan langkah para lulusan. Menatap jauh pada tahun-tahun yang akan datang, diharapkan dapat selalu berperan bagi dinamika bangsa ini. Teruslah mengingat almamater tempat kita berasal, yang semoga senantiasa menjadi Jantong Hatee Rakyat Pasee. Para Sultan Malikussaleh Muda, seperti yang selalu diingatkan dalam nyanyian Mars Universitas Malikussaleh: “Generasimu bawa pelita untuk negara yang tercinta”. Aamiin.[]
*Ketua Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al Kausar Universitas Malikussaleha 2024-2025

