3.474 Rumah Warga di Aceh Utara Hilang, 72.331 Terendam Banjir
Aceh Utara — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mencatat dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut menyebabkan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal. Ribuan rumah dilaporkan rusak hingga hilang akibat bencana tersebut.
Berdasarkan data Pemkab Aceh Utara, tercatat sebanyak 72.331 unit rumah terendam banjir. Selain itu, 3.474 unit rumah warga dilaporkan hilang, 6.234 unit mengalami rusak berat, 7.972 unit rusak sedang, dan 20.886 unit rusak ringan.
Data tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, dalam keterangannya, Rabu (23/12/25).
Ia menyebutkan, selain kerugian materiil, bencana banjir dan tanah longsor juga mengakibatkan korban jiwa. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 190 orang meninggal dunia, enam orang dinyatakan hilang, serta ribuan warga lainnya mengalami luka-luka.
Muntasir menambahkan, banjir dan longsor merendam sekitar 90 persen wilayah Aceh Utara yang mencakup 27 kecamatan dan 852 desa. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas pemerintahan di sejumlah wilayah terhenti, sementara akses transportasi darat terputus akibat genangan banjir dan lumpur tebal.
“Fokus utama pemerintah saat ini adalah penanganan pengungsi, pendistribusian logistik ke seluruh titik pengungsian, pencarian korban meninggal dan hilang, serta pemulihan layanan kesehatan dan akses transportasi darat agar distribusi bantuan dapat berjalan lancar,” ujar Muntasir.
Pemkab Aceh Utara terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mempercepat penanganan darurat serta pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.[]

