Dinas Kesehatan Aceh Utara Perkuat Layanan HIV/AIDS Untuk Deteksi Dini

Dinas Kesehatan Aceh Utara Perkuat Layanan HIV/AIDS Untuk Deteksi Dini
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr Ferianto

ACEH UTARA – Dinas Kesehatan Aceh Utara terus menunjukkan langkah progresif dan nyata dalam upaya penanggulangan Human Immunodeficiency Virus (HIV)/ Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). 

Melalui pendekatan menyeluruh, program ini tidak hanya fokus pada pencegahan dan pengobatan, tetapi juga menjangkau edukasi dan pemberdayaan masyarakat agar lebih peduli terhadap isu kesehatan yang selama ini dianggap sensitif.

Di bawah kepemimpinan Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, atau yang akrab disapa Ayahwa, pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan merata bagi seluruh masyarakat, termasuk bagi kelompok rentan dan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). 

Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah penguatan program penanggulangan HIV/AIDS yang dilaksanakan Dinas Kesehatan secara bertahap, konsisten, dan terstruktur.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr Ferianto, mengungkapkan bahwa penanganan HIV/AIDS dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan fasilitatif. 

Strategi ini dilakukan dengan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok berisiko tinggi, melalui penyuluhan langsung hingga ke tingkat desa.

"Program ini tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi kita yang mendatangi mereka. Kita hadir di tengah-tengah komunitas, memberikan edukasi dan membuka ruang konsultasi tanpa stigma," ujar dr Ferianto, Senin (7/7/2025)
Menurutnya, hasil dari pendekatan ini mulai menunjukkan dampak positif. Jika pada tahun-tahun sebelumnya sebagian besar penderita HIV baru diketahui ketika sudah berada dalam stadium lanjut, kini sebagian besar kasus berhasil ditemukan sejak stadium dini, bahkan sebelum gejala serius muncul.

“Deteksi dini menjadi kunci penting dalam menekan angka kematian dan mencegah penularan lebih lanjut. Ini kemajuan besar yang kita syukuri,” jelasnya.

Dinas Kesehatan juga terus menggencarkan kampanye edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya HIV/AIDS dan pentingnya penanganan medis yang tepat. Meski begitu, dr. Ferianto mengakui bahwa tantangan masih ada, terutama dalam hal stigma sosial terhadap ODHA.

“Masih ada masyarakat yang memandang ODHA dengan rasa takut atau mengucilkan. Padahal, dengan pengobatan rutin, mereka bisa hidup sehat dan tidak menularkan virus. Untuk itu, pendekatan humanis dan edukatif terus kami kedepankan,” tegasnya.

Salah satu bentuk layanan yang disediakan pemerintah secara gratis adalah pemberian obat Antiretroviral (ARV). Obat ini terbukti efektif menekan jumlah virus HIV dalam tubuh hingga tidak terdeteksi, sehingga penderita dapat menjalani kehidupan yang normal tanpa risiko menularkan kepada orang lain.

"Kami selalu mendorong pasien untuk tidak putus obat. Jika ada kendala, mereka bisa datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Kami siap membantu,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Dinas Kesehatan Aceh Utara juga aktif menjalin kerja sama lintas sektor, termasuk dengan organisasi masyarakat, lembaga swadaya, dan tokoh-tokoh lokal untuk memperluas jangkauan informasi dan layanan.

Kolaborasi ini penting untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih terbuka dan mendukung ODHA dalam menjalani pengobatan maupun kehidupan sehari-hari.

Langkah ini sekaligus mencerminkan visi besar Pemkab Aceh Utara untuk menciptakan masyarakat yang sehat, peduli, dan berdaya. Sejalan dengan program nasional dan kebijakan kesehatan daerah, pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat medis, tetapi juga menyentuh aspek sosial, psikologis, dan budaya masyarakat.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai HIV/AIDS, cara pencegahan, serta layanan pemeriksaan dan pengobatan, masyarakat dapat mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat atau langsung menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara. Semua layanan ini bersifat gratis, rahasia, dan tanpa diskriminasi.

Mari bersama menciptakan Aceh Utara yang lebih sehat dan bebas dari stigma. HIV bisa dicegah, ODHA bisa hidup normal. Deteksi dini, pengobatan rutin, dan kepedulian masyarakat adalah kunci utama.[Advertorial]